Pemkab Garut Keluarkan Imbauan Peringatan Dini Potensi Ancaman Bencana

Artikel166 Dilihat

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mengeluarkan surat imbauan peringatan dini dan langkah-langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Ancaman Bencana Banjir dan Tanah Longsor Februari 2023.

Sekda Garut Nurdin Yana menandatangani surat imbauan tersebut dengan nomor BC.03.01/570/BPBD, tanggal 9 Februari 2023.

Surat itu menindaklanjuti Surat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Nomor 0340/PB.01.03.02/PK Tanggal 8 Februari 2023 perihal yang sama.

Prakiraan daerah potensi bencana banjir bulan Februari 2023 dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sehingga menghasilkan prakiraan tadi.

Maka dari itu Pemkab Garut, memandang perlunya upaya pencegahan dan kesiapsiagaan guna meminimalisir dampak ancaman banjir dan gerakan tanah (longsor) yang mungkin timbul.

Untuk wilayah yang diberikan imbauan memang tidak seluruhnya. Hanya 22 kecamatan di Kabupaten Garut yang dinilai memiliki tingkat potensi banjir menengah, yakni : Kecamatan Banjarwangi, Bayongbong, Caringin, Cibalong, Cibatu, Cikajang, Cikelet, Cilawu, Cisompet. Cisurupan, Garut Kota, Karangpawitan, Karangtengah, Malangbong, Pakenjeng, Pameungpeuk, Pasirwangi, Samarang, Selaawi, Singajaya, Sukaresmi, dan Kecamatan Sukawening.

baca juga: Kisah Pilu Abah Saman di Garut, Tidak Bisa Berjalan Terus Rumahnya Kebakaran, Legislator Garut Berkunjung

Kepada para camat di 22 kecamatan itu, Nurdin Yana mengimbau para camat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Garut, dan diharapkan melakukan 11 langkah antisipatif, tiga diantaranya yakni melakukan monitoring untuk mendapatkan update informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui website BMKG ataupun yang lainnya, kemudian menyiapkan tempat evakuasi akhir/hunian sementara apabila terjadi bencana yang mengakibatkan adanya pengungsi sesuai protokol kesehatan Covid-19, dan terakhir mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumber daya yang ada di wilayah kecamatan masing-masing (sumber daya manusia, peralatan, logistik, dsb.) dalam rangka kesiapsiagaan.

baca juga: LKS Irsyadul Amal Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Difabel

Kemudian untuk koordinasi penanganan darurat bencana dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Garut melalui Call BPBD Kabupaten Garut 0852-2061-1117.