Warga Kecamatan Mekarmukti Ikuti Gerakan B2SA dan Workshop Gerakan Olahan Pangan Lokal

Berita7941 Dilihat

“Maka dari itu sangat penting untuk memutus rantai stunting dengan pemenuhan gizi pada 1000 HPK yang merupakan periode emas dengan sasaran
anak usia 0-23 bulan dan balita stunting,” imbuh dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga memaparkan upaya pencegahan stunting melalui peran orang tua dalam stimulasi tumbuh kembang anak melalui proses pemberian makan dengan menu gizi seimbang. Sehingga, dalam kegiatan ini, pihaknya juga memberikan bantuan pangan untuk balita stunting berupa beras, susu, telur dan buah buahan.

“Prinsip Gizi Seimbang yaitu mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam, pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga, menjaga berat badan ideal dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

 

Baca Juga :

Apdesi DPK Malangbong Lakukan Pemilihan Ketua

 

Salarea Fondation Gelar Launching Salarea Mengajar di SMA PGRI Cibatu Bersama Jamkrindo

 

Bupati Garut Minta Para Kades Jangan Takut Kelola Dana Desa