“Ada juga Alhamdulillah ada bantuan buat sekolah, itu nilainya 1 juta setengah, kade ulah dipeserkeun nanaon (yang) di luar kantong, sapatu, ulah dipeserkeun TV kade, ku ibuna dipeserkeun TV, dipeserkeun kanggo gim teu kenging bu ya, jadi buat sekolah anak,” pesannya.
Tak hanya itu, acara tersebut juga menjadi sarana untuk menyemangati para penyandang disabilitas agar tetap memiliki semangat dan optimisme dalam menghadapi masa depan. Dalam pandangan dr. Helmi, keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan.
“Tetap berusaha, tetap meningkatkan kemampuan, sehingga diharapkan nanti apa yang dimilikinya melebihi kemampuannya sebagai disabilitas,” ungkapnya.
Kepala Dinsos Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, menjelaskan lebih lanjut tentang bantuan yang disalurkan pada acara Baksos tersebut. Para ahli waris korban bencana alam tanah longsor di Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy senilai 15 juta rupiah. Sementara 5 orang penyandang disabilitas menerima kursi roda. Tercatat sekitar 20 orang akan mendapatkan manfaat dari program bantuan kursi roda di tahun 2023 ini.
“Terus untuk kegiatan penerima layanan fasilitas akses pendidikan sebanyak 35 orang, mungkin hari ini secara simbolis diberikan untuk 3 orang penerima manfaat,” tutur Aji.
IPSM Kabupaten Garut juga turut berperan dengan menyumbangkan 22 kursi roda, dan diserahkan secara simbolis 10 kursi roda kepada penerima manfaat yang hadir langsung di lokasi acara. Selain itu, perbaikan pelayanan di Dinsos Garut terus menjadi fokus untuk memberikan layanan yang lebih baik, termasuk Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat (Lapad Ruhama) yang dinilai oleh Ombudsman.




