Kesulitan Biaya, Driver Ojol dari Garut Berhasil Jalani Operasi Dibantu Sosok Ini

Berita364 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan.com – Muhamad Bagus Hidayatullah (32) adalah sosok pria pekerja keras dan rajin. Walaupun di tengah keterbatasan yang ia miliki, namun Ia tetap gigih menjalani profesi sebagai driver ojek online (ojol).

Pria yang akrab disapa Bagus ini, mengalami kecelakaan pada tahun 2012 silam. Satu kakinya terlindas mobil dan tulangnya patah.

Sejak itulah kaki Bagus, warga Kampung Babakan Abid RT 05 RW 01 Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota itu, dibantu dengan pemasangan pen.

“ Tulang kaki saya patah tiga, sejak saat itu harus dibantu pen kurang lebih pada tahun 2016. Kalau kecelakaan sendiri tahun 2012,” ujar Bagus ketika ditemui di RSUD dr. Slamet, kemarin malam (12/1/23).

Hanya saja belakangan timbul masalah pada kakinya itu, kurang lebih 3 atau 4 bulan ke belakang. Kakinya itu mengeluarkan bau tak sedap. Entah dimana masalahnya.

Bagus pun kebingungan mencari biaya untuk melakukan operasi. Pasalnya BPJS kesehatan yang Ia miliki pun tak aktif karena tunggakannya besar.

Akhirnya kisah Bagus itu diketahui oleh salah satu media online nasional. Dan kesulitan Bagus pun diketahui oleh Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman. Bahkan Wakil Gubernur Jawa Barat juga mengetahuinya.

Dari sana lanjut Bagus, Wakil Bupati Garut bersedia menanggung semua biaya operasi kaki Bagus tersebut. Bahkan Ia juga mendapatkan santunan uang tunai dari Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dan dari Direktur RSUD dr. Slamet sendiri, Bagus mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis di klinik yang Ia miliki.

Lebih lanjut Bagus menceritakan kondisi kakinya itu, bahwa selama ini sebetulnya tidak ada rasa sakit pada kakinya tersebut. Hanya saja selama 3 atau 4 bulan ke belakang, timbul bau tak sedap. Ia pun takut terjadi hal buruk.

Dari informasi RSUD dr. Slamet Garut, ternyata kaki Bagus yang mengeluarkan bau tak sedap itu karena ada infeksi kronis.

“ Ada tulang yang patah di dalam. Dan pen di kaki saya itu dibuka dan memang sudah waktunya dibuka. Jadi sekarang kaki saya sudah tidak pakai pen lagi, karena tulangnya sebetulnya sudah menyambung lagi,” ujar Bagus.

Bagus juga menceritakan, selama ini, Ia melakukan aktivitas normal mencari nafkah sebagai driver ojol.

baca juga:

Ceprus Makanan dari Singkong Khas Garut

Pagu Dana Desa Samarang Berkurang Padahal Desa Mandiri?

baca juga: Desa Cintarakyat Anggarkan Ketahanan Pangan untuk Penggemukan Sapi