Garut Adalah Pusatnya Indonesia Pernyataan Almarhum Gusdur Saat Safari Dakwah Ke Pesantren Kudang Limbangan Tahun 2001

Artikel533 Dilihat

Garut, Sinarpriangan News- (01/12/2023) Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang kontroversial dan berdedikasi tinggi terhadap penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) pembela kaum minoritas, sosoknya penuh teka-teki dan kontroversial sehingga pemikiran dan tindakannya sering disalahpahami oleh banyak kalangan, seperti yang beliau katakan waktu beliau berkunjung ke garut di tahun 2001 bahwa pusatnya indonesia adalah garut.

Pada tahun 2001 Gusdur berkunjung ke kabupaten Garut untuk melaksanakan safari dakwah disalah satu Pesantren di daerah Limbangan, saat berdakwah di depan para ulama Garut Gusdur mengatakan bahwa pusatnya indonesia adalah kabupaten Garut. Pusatnya indonesia adalah pulau jawa, Pusatnya pulau jawa adalah jawa barat dan pusatnya jawa barat adalah kabupaten Garut, dan pusatnya kabupaten garut adalah limbangan. Pernyataan gusdur saat itu sangatlah jelas bahkan yang mendengarnya pun ribuan orang. Ribuan orang yang mendengar pernyataan gusdur saat itu jemaah yang hadir dari semua pelosok Kabupaten Garut, semua orang terheran masa seorang Gusdur mengatakan itu dan gusdur tidak mungkin berbohong, Pikir semua jemaah yang hadir saat itu.

 

 

Masih banyak pertanyaan tentang pernyataan Gusdur saat itu apakah bisa di kaitkan dengan sejarah kabupaten Garut yang berawal dari daerah Limbangan karena daerah limbangan adalah cikal bakal terbentuknya Kabupaten Garut, Menekisik sejarah daerah Limbangan pernah ada dosen peneliti sejarah yang menemukan secarik tulisan lapuk di museum perpustakaan Universitas Leiden yang isinya menyatakan bahwa pusat kerajaan Nusantara yang membawahi 77 kerajaan di Nusantara itu ada di Limbangan. Kedua, ada keturunan dari kerajaan Samudera Pasai yang berkunjung ke Garut dan menyatakan bahwa di Limbangan ada sebuah kerajaan besar yang menguasai kerajaan-kerajaan Nusantara. Ketiga, ada sebuah sumber yang mengatakan bahwa para Da’i yang menyebarkan agama Islam di Limbangan adalah langsung datang dari Arab.

Kerajaan di Limbangan tersebut diduga kuat adalah Kerajaan Kerta Rahayu yang dipimpin oleh seorang ulama sekaligus umaro yang bernama Sunan Rumenggong. kata Rumenggong sendiri merupakan ucapan lidah sunda untuk menyebut gelar tertinggi sebuah kerajaan, Rama Hyang Agung.
Selain itu, di daerah Limbangan juga ada sebuah bukit luas yang dekat dengan sumber air dan seolah pernah dihuni oleh masyarakat banyak dan tempat tersebut diduga bekas kerajaan Kerta Rahayu.
Apakah pernyataan Gus Dur dan sejarah Limbangan tersebut saling berkaitan. Hal ini masih jadi pertanyaan sampai sekarang karena belum ada sumber yang bisa menjawab ini semua.

 

Pewarta Alfat

 

Baca Juga :

 

Mahasiswa Poltekesos Bandung dan LKS Al-hikmah Sosialisasikan Penyuluhan Peduli dan Lindungi Anak Yatim Piatu (PELITA)

 

Ungkap Bey Machmudin, Keterbukaan Informasi Badan Publik Adalah Keharusan

 

Tujuan FPSH Kabupaten Garut Gelar Seminar Pelajar , Membangun Kesadaran Hukum dan Kesehatan Mental