DPC PDI Perjuangan Garut Ngebut Hadapi Pemilu, Saksi TPS Akan Digembleng

Politik184 Dilihat

GARUT, SInarpriangan.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut tampaknya ngebut untuk menghadapi pemilu 2024 dengan gerakan-gerakan pelatihan yang sejak lama dilakukan secara bergelombang dan bertahap.

Pada Sabtu 11 Maret 2023, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut kembali melakukan pelatihan untuk saksi TPS (tempat pemungutan suara). Yang dilatih di sini adalah para pelatih saksi tingkat kecamatan. Mereka nanti yang akan kembali melakukan pelatihan terhadap para saksi di tingkat desa dan TPS.

DPC PDI Perjuangan Garut menghadirkan narasumber, diantaranya dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Jabar di hotel Augusta, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Memo Hermawan Anggota DPRD Provinsi Jabar menerangkan, pelatihan ini sangat penting dilakukan karena banyak masyarakat yang belum paham tentang aturan pemilu.

“ Training of Trainer ini tentunya sebagai persiapan kita untuk 2024, dimana setiap pemilu PDI Perjuangan melakukan ini, mengingat saksi ini penting bagi PDI Perjuangan. Karena pemahaman atau pengetahuan masyarakat untuk pemilu ini dianggap kurang. Bahkan sosialisasi dari pihak KPU KPUD ini juga kurang, jadi menurut kami 70 persen masyarakat ini masih belum paham untuk cara-cara pemilu,” ungkap Memo saat ditemui awak media usai membuka kegiatan di hotel Augusta.

baca juga: Pengurus DPC PDI Perjuangan Garut Kunjungi Korban Kebakaran di Cikajang dan Cigedug

Dalam pelatihan ini kata Memo, para pelatih saksi ini akan digembleng agar memahami mekanisme dalam pemilu. Karena mekanisme pemilu dari masa ke masa selalu berubah. Maka dari itu harus diberikan dulu pemahaman.

“ Kadang-kadang setiap tahun atau menjelang pemilu selalu ada perubahan. Baik itu dalam aturan ataupun sistem, kemudian yang kedua bagaimana peserta pemilu ini rata-rata partisipasi peserta pemilu ini kadang-kadang dibawah 80 persen. Nah dalam hal inilah tentu harus ditingkatkan khususnya hak-hak mereka, makanya dibekali para saksi yang saat ini dilatih,” jelasnya.

Belum lagi jika melihat data base kependudukan di daerah ini memang terkadang banyak yang tidak akurat. Hal ini tentu harus menjadi perhatian para saksi di TPS nanti.

baca juga: Cara Membuat Barcode MyPertamina, Untuk Beli BBM Bersubsidi

“ Ada orang pindah atau hal lain, makanya saksi ini berkewajiban menanyakan peserta yang sudah turun di setiap TPS untuk mengecek apakah peserta yang di TPS itu apakah surat suara atau surat panggilannya sudah ada atau belum, itu salah satu tugas juga bagi mereka,” jelasnya.

“Dengan demikian para saksi-saksi ini juga tentunya tidak hanya membantu tugas internal partai, akan tetapi juga membantu tugas dari pada pemerintah pada intinya untuk melancarkan proses pemilu,” tutup Memo.

Sementara itu, Kepala BSPN Jawa Barat Dwi Putro mengatakan pada prinsipnya PDI Perjuangan menargetkan menang hattrick pada pemilu 2024. Baik itu di tingkat nasional maupun di daerah.

” Bukan hanya itu PDI perjuangan Garut menargetkan memenangkan Pilkada dan kenaikan kursi legislatif, dari 8 kursi saat ini naik menjadi 10 kursi,”tegas Dwi Putro.

“ Oleh karena itu, mengawal dan mengamankan suara khususnya di TPS maka kita sudah membentuk badan yang namanya badan saksi. Yang tugasnya tentu mengamankan dan mengawal suara,” tambahnya.

Terkait materi pengawasan yang diberikan kepada pelatih saksi ini adalah tentang pelanggaran pemilu, bagaimana cara mengisi C1 yang benar, dan mengisi C2 yang benar.

“ Salah satu materi kita adalah materi pelanggaran pemilu, apa-apa saja yang menjadi pelanggaran di pemilu khususnya di TPS pada saat pencoblosan, dan kita ajarkan bagaimana cara mengisi C1 yang benar, bagaimana mengisi C2 karena banyak dari saksi ini yang kurang mengerti cara mengisi from C2 itu fungsinya untuk apa, kesalahan yang terjadi atau kejadian-kejadian yang terjadi di TPS harus disampaikan,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Garut, Yudha Puja Turnawan mengatakan, saksi itu akan menjadi garda terdepan untuk kemenangan PDI Perjuangan.

” Dengan begitu kita akan pasang saksi rencana per TPS lima orang, Nah lima orang ini akan digunakan untuk mengajak pemilihan untuk datang ke TPS, agar penyelenggara pemilu under track,”katanya.

“Makanya kami akan godog para peserta saksi ini, bagaimana cara proses pemungutan suara, proses rekapitulasi dan yang lainnya. Tentu ini salah satu bentuk untuk mengawal dan menjaga kemenangan yang mempunyai saksi yang berkopenten yang mampu bertarung, mengetahui haknya dan mengetahui proses jalanya pemungutan suara,” tegasnya.(zey)