Chocodot Oleh-oleh Khas Garut

Perpaduan Antara Dodol Garut dan Cokelat

Artikel663 Dilihat

Apa Itu Chocodot?

 

Chocodot adalah makanan khas Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namanya begitu terkenal ketika awal kemunculannya.

Chocodot merupakan perpaduan antara cokelat dan Dodol Garut yang pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda bernama Kiki Gumelar.

Dikabarkan, awal mula Kiki menemukan chocodot adalah ketika secara tak sengaja menjatuhkan dodol ke dalam adonan cokelat.

Kemudian dari situ Kiki terpikirkan membuat dodol isi cokelat yang kemudian dinamakan chocodot. Dan setelah dilakukan ujicoba, ternyata rasanya luar biasa.

Seiring perjalanannya, Kiki juga mengembangkan varian dari Chocodot. Tak hanya cokelat dodol saja, sekarang chocodot juga ada varian chocodot Indonesia chocolate, Chocodot Bake and Sweet, Chocodot Creation, dan kolaborasi produk dengan merk cokelat internasional, Kit Kat.

Yang menjadi keunggulan chocodot adalah rasanya yang khas, karena terdapat cokelat dan dodol. Keunggulan itu juga menjadi pembeda dengan jenis dodol pada umumnya.

baca juga: Dodol Garut Panganan Khas Kota Intan, Ciri Khasnya Lengket dan Kenyal

Kemudian tampilan Chocodot juga dibuat menarik dengan tampilan nama tempat wisata, tampilan tulisan kata lucu dan kekinian. Antara lain ada chocodot edisi Gunung Cikuray, Gunung Guntur, Gunung Talaga Boda, Candi Cangkuang dan lainnya.

Sementara tampilan kata lucu dan kekinian antara lain seperti cokelat rasa sayang, cokelat gawat darurat, cokelat anak pintar, cokelat enteng jodoh dan masih banyak lagi.

 

Apa Saja Bahan Chocodot?

 

Untuk membuat chocodot sangatlah sederhana. Bahan utama membuat Chocodot adalah perpaduan antara Dodol Garut dan Cokelat.

 

Bagaimana Cara Membuat Chocodot?

 

Cara membuat Chocodot adalah dengan melelehkan terlebih dahulu cokelat. Setelah itu cetakan dilapisi dengan cokelat. Lalu tengahnya diberi Dodol Garut yang sudah dipotong kecil.

baca juga: Oleh-oleh Garut untuk Liburan Tahun Baru

Setelah itu cetakan kembali diberi laporan cokelet sampai benar-benar tertutup. Kemudian setelah itu cokelat tadi dibekukan kembali.

Kemudian setelah mengeras, cokelat dikeluarkan dan dikemas.

 

baca juga: HIV Lebih Mudah Menyebar di Kalangan LGBT, Ini Penjelasannya