Wabup Garut: Sebelum Menikah Wanita Harus Disiapkan Agar Anaknya Tidak Stunting

Berita, Pendidikan1386 Dilihat

GARUT – Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr. Helmi Budiman menyebut bahwa kaum wanita harus disiapkan sebelum menjalani pernikahan. Persiapan itu untuk mencegah agar anak-anak yang lahir nanti tidak stunting (gagal tumbuh).

Persiapan yang dimaksud Helmi Budiman itu terkait makanan bergizi. Mereka harus dikenalkan bagaimana memberikan anak makanan bergizi.

“Oleh karena itu kalau yang belum nikah itu kan bisa SMA, SMK, bisa mahasiswi, bisa juga remaja. Yang penting kita persiapkan, nanti ketika menikah kemudian hamil, tidak kurang gizi, sehingga anaknya dipastikan tidak ada yang stunting,” ujarnya saat launching  Pekan Aksi Bergizi Tingkat Kabupaten, Senin 20 Febaruari 2023 di SMKN 1 Garut, Kecamatan Tarogong Kidul.

Helmi Budiman mengatakan pekan aksi bergizi ini merupakan edukasi kepada siswa siswi terkait makanan bergizi.

“Yang kedua kita berikan tablet tambah darah, karena paling banyak kekurangan gizi daripada anak-anak kita itu adalah karena kurang darah atau anemia,” tuturnya.

Pemberian TTD ini juga termasuk ke dalam program Dinkes Garut yaitu Remaja Putri Sehat Bebas Anemia (RISSA). Selain itu, meskipun dilakukan launching di 210 sekolah, Wabup Garut mengungkapkan bahwa Aksi Bergizi ini adalah program untuk seluruh sekolah di Kabupaten Garut.

“(Kegiatan ini) harus menjadi kebiasaan, karena untuk mencegah stunting itu tidak bisa kita lakukan hanya sebulan, dua bulan, harus seterusnya. Karena kan penyebab stunting itu salah satunya adalah stunting yang disebabkan karena anak yang baru lahir, jadi kita tidak mau anak baru lahir kemudian kita diagnosa stunting,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Garut, dr. Maskut Farid, mengungkapkan bahwa pihaknya menginginkan agar ke depannya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Garut bisa lebih bagus. Ia menuturkan, langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dimulai dari pemberian perhatian yang berkesinambungan mulai dari remaja.

“Nah itu dimulai dari remaja putri, ya jadi harus berkesinabungan, (dari) remaja putri, ibu hamil, melahirkan, (bayi) usia di bawah 2 tahun, nah sehingga perkembangan organ-organ otaknya ini bagus ya, perkembangan psikologisnya bagus, nah sehingga bayi nya tuh nanti menjadi bayi yang unggul nah nanti setelah itu baru diusahakan di pendidikan dan lain lain,” tuturnya.

Maka dari itu, imbuh dr. Maskut, pihaknya melaksanakan 4 program diantaranya yaitu Desa Sehat, Memastikan Pelayanan Ibu Hamil (MELANI), Temukan Obati Sayangi balita Stunting (TOSS), dan Remaja Putri Sehat Bebas Anemia (RISSA).

“Mudah mudahan ini semuanya ikutin ya sehingga nanti ini berhasil dan harapannya tadi kata Pak Wakil (agar) Indonesia ke depan bisa memimpin dunia,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, mengungkapkan bahwa dalam kesempatan ini juga dilakukan pemeriksaan Hemoglobin (Hb) yang menyasar kepada para siswi, guna memeriksa apakah siswi tersebut mengidap anemia atau tidak.

“Ke siswi ya kita sasarannya ke remaja putri, karena ingin membuat remaja putri yang berkualitas tidak anemia, jadi siswi diperiksa Hb-nya oleh puskesmas, nanti kita lihat kalau kurang dari 11 gram per desiliter atau anemia biasanya kita kasih minum (TTD) sehari sekali selama 14 hari, (dan) nanti kita lihat dicek lagi, kalau sudah normal ya sudah,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, bahwa TTD sendiri nantinya akan diberikan oleh Dinas Kesehatan ataupun Puskesmas wilayah setempat. Selain itu, remaja putri diwajibkan untuk meminum TTD seminggu sekali.

“Karena dengan minum tablet tambah darah remaja putrinya akan terhindar dari anemia, dan kalau tidak anemia jangka dekatnya anak remaja putri sehat, lebih berkualitas, pelajarannya juga diharapkan baik, (dan) jangka panjangnya ketika mereka hamil menikah dan hamil mereka sehat dan tidak anemia,” tuturnya.

baca juga: Kemenkop UKM Bantu Pelaku Usaha di Garut, Gerakkan Ekosistem Antar Pelaku Usaha dan Lembaga Pembiayaan

Kepala SMKN 1 Garut, Bejo Siswoyo, mengatakan bahwa Aksi Bergizi ini merupakan suatu hal yang menarik untuk mempercepat proses peningkatan gizi bagi anak, sehingga nantinya para siswa-siswi bisa lebih cerdas dalam berpikir, bergairah dalam belajar, dan lebih mantap dalam bekerja.

baca juga: Merasa Dibodohi Soal BPJS Kesehatan, Warga Garut Ini Akan Lapor ke Polres Garut

Ia juga mengapresiasi dan berterimakasih atas dilaksanakannya launching Aksi Bergizi di SMKN 1 Garut. Ia menilai bahwa hal ini merupakan sebuah keberuntungan dan kepercayaan Pemkab Garut bagi SMKN 1 Garut. Ia berharap para siswa-siswi nantinya dapat menaati apa yang telah disampaikan dalam kegiatan ini, sehingga kekurangan gizi di Kabupaten Garut dapat segera teratasi.

“Mudah-mudahan anak kita semuanya mentaati apa yang telah disampaikan oleh Bapak Wakil Bupati,” tandasnya.

baca juga: LKS Al Hikmah Cabang Lampung Barat Bersama Kemensos RI Salurkan Bantuan Sembako