Kemenkop UKM Bantu Pelaku Usaha di Garut, Gerakkan Ekosistem Antar Pelaku Usaha dan Lembaga Pembiayaan

Berita, Ekonomi668 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan.com – Kementerian Koperasi dan UKM RI membantu pelaku usaha kopi, peternak domba dan pariwisata di Kabupaten Garut dalam strategi peningkatan produktivitas.

Bantuan yang diberikan berupa Forum Komunikasi Publik dengan sub tema ” Identifikasi Permasalahan dan Strategi Peningkatan Produktivitas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil” Jumat 17 Februari 2023 di Hotel Harmoni, Kecamatan Tarogong Kaler.

Drs. Budi Mustopo, Kepala Biro Komunikasi dan Teknologi Informasi, Kementerian Koperasi dan UKM menjelaskan, Forum Komunikasi Publik ini menjadi bagian dari program Kementerian Koperasi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi dari publik khususnya di Kabupaten Garut, terkait dengan komunitas kelompok usaha koperasi.

” Dengan tujuan menyamakan persepsi lah. Program apa yang ada di Kementerian Koperasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kabupaten Garut tentunya. Melalui koperasi atau komunitas kelompok-kelompok usaha masyarakat,” jelasnya.

Budi juga menjelaskan, tujuan lainnya adalah untuk menjalin kolaborasi, menggerakkan ekosistem antara pelaku usaha dalam hal ini petani kopi, peternak domba dan pelaku usaha pariwisata dengan lembaga pembiayaan dan offtaker.

” Dengan harapan, dengan forum ini masalah yang ada di petani, kelompok tani, bisa teratasi. Tentunya kaitan dengan peningkatan usaha dengan perluasan pasar dan akses pembiayaan. Kita undang di sini juga ada Bank Sinar Mas Syariah yang tadi juga memparkan potensi yang bisa dimanfaatkan akses pembiayaannya denga bunga yang rendah,” jelasnya.

baca juga: Waduh, Warga Garut Dimintai Uang untuk Daftar BPJS Kesehatan, Padahal Gratis Lho

” Jadi sekali lagi forum ini bertujuan untuk kolaborasi seluruh stakeholder atau ekosistem ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut, baik dia sebagai peternak, petani, perkebunan,” tambahnya.

” Artinya dengan forum ini kita berharap memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi petani dan peternak yang tergabung dalam kelompok atau dalam koperasi,” ujarnya lagi.

Selain itu lanjut Budi, di Kabupaten Garut juga memiliki potensi wisata alam. Maka kaitan dengan potensi tersebut, pihaknya juga mengundang narasumber dari praktisi koperasi jasa pariwisata.

” Yang bisa ke depan untuk kolaborasi dengan koperasi dalam rangka pengembangan potensi alam atau wisata alam,” sebutnya.

” Kita juga bersinergi dengan kepala dinas koperasi dan UKM Kabupaten Garut. Yang kita harapkan ke depan selalu mendampingi para petani dan peternak yang tergabung dalam kelompok atau koperasi dalam rangka peningkatan skala ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Garut,” ujarnya.

baca juga: Kades Babakanloa Sayangkan Pemberian Motor dari Pemkab Garut Ada yang Tidak Dilengkapi Helm

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Suhartono menjelaskan, acara ini juga sebagai bagian dari mendukung rangkaian Hari Jadi Garut (HJG) ke-210.

” Dalam rangka mempertemukan semua pelaku usaha, kemudian juga yang terkait berkumpul di sini,” ujarnya.

Dalam acara ini pihaknya mengundang antara lain pelaku usaha dari komunitas Kopi, Ternak domba dan Kepariwisataan. Diharapkan melalui forum ini, bisa mendapatkan identifikasi permasalahan yang langsung dari pelaku usaha, kemudian ada tanggapan dari narasumber yang sudah berpengalaman. Kemudian akhirnya ada semacam rekomendasi atau solusi bagaimana mengembangkan usaha dari koperasi atau usaha mikro.

Lebih lanjut Suhartono menjelaskan, kaitan dengan dukungan yang bisa diberikan Dinas Koperasi, pihaknya akan melakukan sebagaimana tupoksi yang diberikan.

Pertama kata dia, Dinas Koperasi akan membantu pelaku usaha membuat legalitas suatu badan usaha. Misalnya jika berbicara koperasi maka harus ada akte pendiriannya. Kemudian berbicara UKM harus ada leglitas dalam bentuk nomor induk perusahaan.

Kemudian pihaknya juga akan meningkatkan SDM melalui pelatihan manjerial maupun keahliah khusus.

Selanjutnya Dinas Koperasi juga akan membantu dalam hal pemasaran produk. Antara lain saat ini adalah bagaimana pelaku usaha itu mampu memasarkan secara sistem online.

” Termasuk dari Kemenkop pada kesempatan ini juga dilakukan satu pelatihan tentang digital marketing yang tengah berlangsung,” sebutnya. (gilang)