Mau Tanam Alpukat dalam Pot Berbuah Subur? Khadizarah Bibit Bagikan Tipsnya

Ekonomi482 Dilihat

Sinar Priangan – Menanam buah dalam pot atau yang dikenal dengan istilah tabulampot kini semakin diminati masyarakat. Selain praktis dan hemat lahan, metode ini juga dinilai mampu menjadikan pekarangan rumah lebih produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Melihat tren tersebut, Kios bibit buah-buahan “Khadizarah Bibit” berbagi tips agronomis menanam alpukat dalam pot agar tumbuh subur dan cepat berbuah.

Pemilik Kios Khadizarah Bibit, Nunung Komalasari, menjelaskan bahwa tabulampot bukan sekadar tren, melainkan sejalan dengan anjuran pemerintah agar masyarakat memaksimalkan pemanfaatan pekarangan rumah.

Dengan tabulampot, masyarakat dapat menanam tanaman buah produktif meskipun memiliki lahan terbatas. Selain hasil buahnya, keberadaan tanaman juga memberi manfaat ekologis.

” Selain itu tentu dari setiap pohon yang kita tanam, kita mensedekahkan oksigen untuk banyak manusia. berdasarkan teorinya, satu pohon besar itu cukup memenuhi kebutuhan oksigen segar untuk 2 orang selama setahun. jadi menanam pohon ini manfaatnya sangat luar biasa,” ujar Nunung.

baca juga: Warga Garut Bisa Beli Bibit Alpukat Aligator di Sini, Hubungi Alamat dan Kontaknya

 

Menyiapkan Media Tanam Tabulampot

Menurut Nunung, kunci awal keberhasilan menanam alpukat dalam pot terletak pada kualitas media tanam. Media yang baik harus gembur, kaya unsur hara, serta memiliki drainase yang optimal.

Ia merekomendasikan komposisi media tanam yang sudah terbukti berhasil, yakni sekam, tanah gembur, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

” Usahakan pupuk kandangnya sudah matang dan sekamnya juga sudah matang bukan sekam baru, lebih bagus lagi sekam baka,” ujarnya.

Ketiga bahan tersebut dicampur secara merata sebelum dimasukkan ke dalam polybag. Namun, sebelum media tanam dimasukkan, bagian dasar polybag sebaiknya diisi pecahan genteng atau bata merah yang dipecah kecil-kecil.

Langkah ini bertujuan mencegah tanah mudah memadat serta memperlancar sirkulasi air agar media tidak becek. Setelah itu, barulah media tanam dimasukkan dan bibit alpukat ditanam dengan posisi tegak dan stabil.

baca juga: Kios Khadizarah Bibit Jadi Rujukan Bibit Alpukat Unggulan di Garut

 

Fokus Perawatan Vegetatif

Nunung menekankan bahwa pemilihan bibit unggul merupakan faktor penentu utama dalam tabulampot alpukat. Bibit yang dianjurkan adalah bibit hasil okulasi.

” Bibit okulasi ini keuntungannya cepat berbuah, karena pohon bagian atas berasal dari pucuk tanaman tua yang sudah berpengalaman berbuah dan tentunya berasal dari tanaman yang subur. kemudian sistem perakaran kuat karena batang bawah berasal dari biji. di sini tentu penting untuk memastikan bibit okulasi ini diambil dari penangkaran terpercaya. dan kita Khadizarah bibit menyediakan bibit berkualitas dari penangkaran terpercaya,” ujar Nunung.

Setelah penanaman, perawatan difokuskan pada fase vegetatif, yakni fase pertumbuhan organ non-reproduktif seperti akar, batang, dan daun.

” Perawatan vegetatif adalah perawatan yang memfokuskan terhadap pertumbuhan organ vegetatif, yaitu bagian tanaman yang bukan untuk refroduksi. diantaranya organ akar, batang dan daun. kita fokuskan untuk kesubuhran tiga organ ini supaya dia benar-benar siap berbuah,” ujar Nunung.

Untuk menunjang fase ini, pemupukan berperan penting. Unsur hara yang dibutuhkan meliputi Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), dan Magnesium (Mg).

” Unsur hara yang dibutuhkan di sini adalah Nitrogen (N) untuk Merangsang pertumbuhan daun dan batang. Fosfor (P) untuk memperkuat Memperkuat akar. Kalium (K) untuk Menguatkan batang dan daun. Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) untuk membuat batang keras, sel kuat dan daun hijau maksimal,” jelas Nunung.

” Adapun pupuknya tinggal ditanya saya ke kios pupuk tanyakan pupuk untuk mendukung pertumbuhan daun, batang dan akar. pasti mereka paham. Diantaranya misalnya boleh menggunakan NPK 16-16-16 atau NPK 20-10-10 atau NPK 15-15-15 atau bisa juga NPK phonska,” jelas nunung.

Selain pupuk anorganik, pupuk kandang juga dianjurkan sebagai pendamping.

” Adapun jadwal dan dosis pemupukan untuk pupuk NPK 1 sendok makan per pot dengan Interval 4 minggu sekali. Caranya ditabur melingkar jangan sampai kena batang, lalu siram. kemudian untuk pupuk organik 2–3 genggam dengan Interval 2–3 bulan sekali,” ujarnya.

Sebagai tambahan, Nunung juga menganjurkan pemberian dolomit dan kalsium cair untuk memperkuat struktur tanaman.

 

Memasuki Fase Generatif

Setelah tanaman menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang optimal—batang membesar, berkayu, dan daun lebar serta subur—maka tanaman siap diarahkan ke fase generatif.

“Fase generatif adalah tahap pertumbuhan tanaman ketika tanaman berhenti fokus pada daun dan batang, lalu mulai membentuk organ reproduksi, yaitu bunga, buah, dan biji,” ujar Nunung.

” jika kita menanam alpukat ukuran kecil dengan ketinggian 63 cm, fase vegetatif itu kurang lebih 1 tahunan lah untuk tabulampot. tapi untuk skala kebun sebaiknya pada usia 2 tahunan. setelah usia satu tahun kita bisa mulai beranjak ke fase generatif. kalau secara kasat mata, ciri-ciri tanaman yang siap fase generatif itu batangnya sudah berkayu artinya sudah kokoh atau tidak lunak,” ujar Nunung.

Pada fase ini, pemupukan diarahkan untuk merangsang pembungaan dan pembentukan buah.

” Pupuk Utama untuk Fase Generatif yang dipakai di sebagian besar fase berbunga sampai pembesaran buah. dianaranya NPK dengan kandungan P dan K yang tinggi. fungsinya merangsang pembungaan, mendukung pembentukan buah dan meningkatkan ukuran buah. Tinggal tanyakan saja ke kios pupuk apa saja pupuk buah,” ujar Nunung.

Sebagai referensi, ia menyebut beberapa jenis pupuk yang dapat digunakan.

” untuk dosis, jadwal dan intervalnya, 1 sendok makan per pot dengan interval 2 minggu sekali dengan perlakuan tambahan yaitu Kurangi penyiraman (puasa air ringan 7–10 hari) dan tetap beri matahari penuh,” ujar Nunung.

Saat pentil buah mulai muncul, pemupukan tetap dilanjutkan dengan pengaturan air yang ketat agar media tetap lembap namun tidak becek.

 

Pruning atau Pemangkasan Pucuk

Selain pemupukan, pemangkasan juga menjadi bagian penting dalam perawatan alpukat tabulampot. Pruning bertujuan mengatur bentuk tajuk tanaman agar tidak tumbuh terlalu tinggi.

” Pemotongan ini penting agar alpukat tabulampot tidak tumbuh tinggi namun dia tumbuh melebar ke samping. artinya kita rangsang pertumbuhan cabang ke samping dan tidak tinggi. jadi yang dipangkas itu sebetulnya bagian pucuk atas,” ujar Nunung.

Pemangkasan pucuk atas secara teratur akan merangsang pertumbuhan cabang dan ranting ke samping, sehingga tajuk tanaman lebih seimbang dan produktivitas buah dapat meningkat.

 

Alamat Kios Khadizarah Bibit

Bagi masyarakat yang membutuhkan bibit alpukat berkualitas, Khadizarah Bibit menyediakan berbagai pilihan bibit alpukat unggulan yang berasal dari penangkaran terpercaya dan telah melalui proses seleksi yang baik.

Bibit alpukat yang tersedia terdiri dari tiga ukuran, yakni alpukat ukuran kecil dengan tinggi sekitar 63 cm, alpukat ukuran sedang dengan tinggi antara 80 cm hingga 1 meter, serta alpukat ukuran besar dengan tinggi di atas 1 meter.

” Alamat kios kami di jalan raya Samarang, Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Posisi kios tepat di depan SDN Mekarsari 1,” ujar Nunung.

Untuk informasi dan pemesanan, masyarakat dapat menghubungi nomor WhatsApp 082.295.693.903 atau langsung mengunjungi lokasi kios melalui Google Maps dengan mengklik tautan KLIK DI SINI.***