Dukung Gubernur Jabar, Khadizarah Bibit Sediakan Bonus Menarik untuk Pembelian 100 Bibit

Ekonomi, Sosial507 Dilihat

GARUT – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus bergema di berbagai lapisan masyarakat. Dukungan nyata salah satunya datang dari Kios Khadizarah Bibit yang berlokasi di Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Kios ini menyatakan kesiapannya untuk mendukung program penanaman pohon yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai langkah strategis memulihkan lahan kritis di wilayah Jawa Barat.

Sebagai pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian dan pembibitan, Khadizarah Bibit menilai program tersebut sejalan dengan visi mereka dalam mendorong pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Melalui penyediaan bibit buah-buahan unggulan, Khadizarah Bibit membuka ruang bagi masyarakat Jawa Barat untuk ikut ambil bagian langsung dalam gerakan penghijauan.

” Kami siap mendukung program Gubernur Jabar itu dengan menyediakan bibit buah-buahan berkualitas. Kami siap melayani pembelian bibit bagi warga Jabar yang membutuhkan untuk program penanaman pohon,” ujar Nunung Komalasari (16/1/2026).

Nunung menilai, kebijakan Gubernur Jawa Barat untuk mengembalikan fungsi hutan dan lahan kritis merupakan langkah strategis yang harus mendapat dukungan kolektif. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang dibiarkan berlarut berpotensi memicu bencana alam di masa depan.

” Sebagai warga Jabar kita wajib dukung program Gubernur dalam rangka mengembalikan fungsi hutan yang rusak. Alam Jawa Barat harus kita jaga agar tidak terkena bencana seperti di Aceh dan Sumatera,” ujar Nunung.

Sebagai wujud kontribusi konkret, Khadizarah Bibit tidak hanya menyediakan bibit unggulan, tetapi juga meluncurkan program khusus berupa bonus pohon gratis. Program ini dikemas dengan semangat nilai sosial dan kepedulian lingkungan yang mereka sebut sebagai sedekah alam.

” Kami memberikan bonus 1 pohon gratis untuk setiap pembelian 100 pohon. Bonus ini sebagai bagian sedekah alam, sebagai wujud syukur kami dan sebagai bentuk support terhadap program Gubernur untuk mengembalikan alam Jawa Barat agar kembali asri,” ujar Nunung.

Program bonus pohon ini mulai diberlakukan untuk setiap pembelian bibit sejak 17 Januari 2026. Nunung menjelaskan, konsep sedekah alam bukan sekadar strategi promosi, melainkan bentuk komitmen jangka panjang untuk berbagi manfaat bagi lingkungan.

” Bissmillah, ini sebagai komitmen kami untuk sedekah alam istilahnya, yaitu Bentuk berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan. Nah bonus bibit ini boleh diambil oleh pembelinya, boleh juga disedekahkan oleh pembeli kepada siapa saja. Boleh juga diserahkan melalui kami untuk ditanam, dan kami akan laporkan secara transparan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nunung menegaskan bahwa program tersebut tidak terbatas pada kegiatan penghijauan kawasan hutan saja. Penanaman juga dapat dilakukan di lahan milik masyarakat, selama masih berada di wilayah Provinsi Jawa Barat.

” Program kami ini tentu tidak dibatasi hanya pembelian bibit untuk penghijauan di hutan, tapi pembelian secara umum di lahan masyarakat. Yang pada intinya bibit buah-buahan ini harus ditanam di wilayah Jawa Barat,” sambung Nunung.

baca juga: Warga Garut Harus Tahu Keunggulan Nangka Madu J33 di Kios Khadizarah Bibit

 

Program Tanam Pohon Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya meluncurkan program penanaman dan perawatan pohon dengan skema insentif sebesar Rp 50 ribu per hari bagi masyarakat yang terlibat. Program ini dirancang sebagai upaya serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memulihkan fungsi hutan yang saat ini dinilai berada dalam kondisi memprihatinkan.

Dedi mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen kawasan hutan di Jawa Barat mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, gerakan menanam dan merawat pohon menjadi prioritas, dengan melibatkan peran aktif masyarakat secara langsung. Program ini sendiri telah mulai dijalankan sejak awal Desember 2025 dan disusun dengan konsep berkelanjutan.

“Nanti setiap masyarakat memegang satu atau dua hektar menanam pohon kemudian merawatnya sampai kemudian pohon itu kokoh dan kuat. Mereka mendapat upah dalam setiap hari distandarkan oleh saya Rp 50 ribu,” ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari youtube Tribunnews.

Meski nilai insentif tersebut tidak besar, Dedi berharap program ini mampu menjangkau partisipasi masyarakat yang lebih luas.

“Kenapa harganya hanya 50 ribu, agar banyak rakyat yang dilibatkan. jadi ini yang akan kita lakukan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, program penghijauan ini mengombinasikan penanaman pohon hutan dengan pohon produktif. Pola tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

“Kita tanami pohonnya satu perpaduan pohon hutan yang tidak bisa ditebang misalnya kayak caringin, jamuju, kemudian tanjung. kemudian yang lainnya pohon yang produktif, peuteuy, jengkol, nangka sehingga masyarakat dalam jangka panjang mendapat hasilnya,” katanya.

 

Alamat dan Kontak Khadizarah Bibit

Bagi masyarakat yang berminat mendapatkan bibit tanaman, Khadizarah Bibit dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor 082.295.693.903. Kios Khadizarah Bibit juga dapat dikunjungi langsung di Jalan Samarang, Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Lokasinya tepat berada di depan SDN Mekarsari 1.***