SINAR PRIANGAN NEWS
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menyoroti minimnya keterlibatan Baznas Garut dalam membantu korban kebakaran dan rumah roboh saat menjenguk Abah Mumud Mahmud, korban kebakaran di Kampung Galumpit Sasak RT 03 RW 01, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kamis (30/7/2026).
Dalam kunjungannya, Yudha didampingi Kepala Kelurahan Margawati, Yadi Sugiarto. Mereka menemui Abah Mumud Mahmud beserta istrinya, Oom Omariah, yang rumahnya hangus terbakar pada Selasa malam, 28 Juli 2026.
Sebagai bentuk kepedulian, Yudha menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai guna meringankan beban keluarga korban yang kini harus mengungsi di rumah kerabatnya di kampung yang sama.
“Kehadiran kami hari ini untuk memberikan dukungan moral sekaligus sedikit meringankan beban keluarga yang sedang tertimpa musibah,” ujar Yudha.
Dalam kesempatan tersebut, Yudha menilai bantuan dari individu maupun para dermawan perlu didukung langkah yang lebih serius dari pemerintah daerah melalui kolaborasi pendanaan yang kuat untuk penanganan korban bencana.
Yudha berharap Pemerintah Kabupaten Garut mampu mengoptimalkan sumber pendanaan di luar APBD, terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan besar serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk BPR Garut.
“Musibah kebakaran dan rumah roboh terus terjadi. Karena itu, Pemkab Garut harus membangun kolaborasi yang lebih luas dengan perusahaan melalui CSR agar penanganan korban tidak hanya bergantung pada APBD,” katanya.
Ia menjelaskan, kemampuan anggaran pemerintah daerah masih terbatas. Pada APBD Kabupaten Garut Tahun 2026, anggaran penyediaan bahan bangunan untuk rumah roboh dan kebakaran yang dikelola Dinas Perumahan dan Permukiman hanya sekitar Rp500 juta.
Padahal, hingga pertengahan tahun 2026, jumlah rumah yang mengalami kebakaran di Kabupaten Garut telah melampaui 150 unit.
“Dengan jumlah kejadian sebanyak itu, tentu anggaran yang tersedia sangat jauh dari cukup. Karena itu, Bupati Garut perlu mengoptimalkan kolaborasi pendanaan agar penanganan korban bencana bisa lebih cepat dan lebih merata,” tegasnya.
Yudha juga menyoroti peran Baznas Garut yang dinilainya masih minim dalam membantu korban kebakaran maupun rumah roboh sepanjang tahun 2026.
“Yang menjadi perhatian saya, sepanjang tahun 2026 ini saya sangat jarang mendengar Baznas Garut membantu korban kebakaran ataupun rumah roboh. Padahal kebutuhan mereka sangat mendesak karena kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya,” ungkapnya.
Menurut Yudha, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi mengingat dana zakat yang dihimpun Baznas setiap bulan dari aparatur sipil negara memiliki nilai yang cukup besar dan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Setiap bulan zakat ASN yang dikelola Baznas nilainya hampir Rp900 juta. Saya juga sering menerima keluhan dari desa-desa bahwa Baznas Garut sangat jarang memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Padahal mereka adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan pertolongan secara cepat,” ujarnya.
Yudha mencontohkan kondisi Abah Mumud yang seluruh rumah beserta harta bendanya habis dilalap api. Yang tersisa hanyalah pakaian yang melekat di tubuhnya saat kebakaran terjadi.
Selain kehilangan tempat tinggal, Abah Mumud juga merupakan penyandang disabilitas tuna rungu sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan yang lebih serius.
“Kasus seperti Abah Mumud harus menjadi prioritas. Beliau penyandang disabilitas tuna rungu, kehilangan rumah dan seluruh harta bendanya. Kondisi seperti ini membutuhkan kehadiran negara dan seluruh lembaga sosial secara nyata,” kata Yudha.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Margawati, Yadi Sugiarto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yudha Puja Turnawan yang turun langsung menemui warganya.
Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan sekaligus mengajak berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha maupun masyarakat, untuk bersama-sama membantu keluarga korban agar dapat segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
**Redd**




