Mahasiswa Garut Diajari Membuat Berita oleh Wartawan dalam Seminar Jurnalistik

Berita, Pendidikan258 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan News– Media Harian Pedia membuka Seminar Jurnalistik di aula Islamic Centre Kabupaten Garut Jalan Pramuka, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota 3 April 2024. Puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Garut mengikuti seminar tersebut.

 

Dalam kesempatan itu, Media Harian Pedia News mengundang pula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut untuk memberikan sambutan dan arahannya. Dalam kesempatan itu hadir Kasi Penyebarluasan Informasi atau IKP (Informasi Komunikasi Publik) Diskominfo Yanyan Agus Supianto.

 

Sementara itu untuk pemateri dalam seminar ini, Harian Pedia mengundang Editor dari media Radar Garut, Feri Citra Burama untuk membimbing mahasiswa bagaimana menjadi jurnalis dan membuat berita.

 

“Saya diminta oleh jajaran redaksi media Harian Pedia untuk mengisi materi jurnalistik. Apa yang saya sampaikan hanya berbagi pengalaman saja dari apa yang kita kerjakan sehari-hari,” ujar Feri kepada Sinar Priangan.

 

Feri juga mengucapkan terima kasih atas undangan dari media Harian Pedia.“Secara pribadi saya pun mengucapkan terima kasih kepada jajaran redaksi Harian Pedia atas undangannya, khususnya kepada kang Yusup Saepul selaku pimpinan redaksi di Harian Pedia,” ujarnya.

 

Adapun materi yang disampaikan Feri adalah seputar teknis bagaimana cara mewawancarai narasumber, menentukan pertanyaan apa yang akan disampaikan saat wawancara, kemudian menyusun hasil wawancara menjadi sebuah berita.

 

“Apa yang saya sampaikan ini materinya tentang kegiatan yang sehari-hari dilakukan wartawan di lapangan. Sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan secara teori saja namun lebih ke pengalaman ril wartawan di lapangan,” ujar Feri.

 

Dalam kesempatan ini, Feri pun secara interaktif membuka sesi Tanya jawab dan diskusi secara dua arah dengan para mahasiswa. Para mahasiswa pun diberikan kesempatan menyampaikan apa yang mereka ketahui tentang jurnalistik.

 

Selain itu Feri juga menyampaikan bahwa dalam kehidupan ini, hampir tidak ada manusia yang bisa lepas dari yang namanya berita. Artinya kehidupan manusia akan selalu membutuhkan berita.

 

“Artinya dalam hidup ini kita semua tidak akan bisa terlepas dari yang namanya berita. Nyaris tidak ada orang yang hidupnya sehari saja tanpa melihat atau mendengar berita. Di sini saya ingin menyampaikan bahwa berita itu adalah sesuatu yang sangat penting dan menjadi bagian dari hidup manusia,” ujarnya.

 

“Nah ketika kita menyadari betapa pentingnya berita dalam hidup ini, maka kita bisa memposisikan profesi jurnalis atau wartawan ini sebagai pekerjaan yang sangat luar biasa hebatnya dan keberadaannya menjadi sangat penting,” tambah Feri.

 

Selain itu, Feri juga memberikan saran kepada semua peserta, apabila ingin menjadi wartawan yang baik, harus membiasakan menulis setiap harinya. Tiada hari tanpa menulis, dan minimal sehari itu menulis satu redaksional berita.

 

*jihad*