Ladu Malangbong, Sejarah dan Resepnya

Artikel982 Dilihat

Ladu Malangbong, Sejarah dan Resepnya – Ladu Malangbong adalah kue keringan yang dibuat dari beras ketan dan diolah menjadi santapan lezat.

Ladu Malangbong digolongkan sebagai makanan khas dari Kabupaten Garut. Pemerintah Kabupaten Garut sendiri di laman resminya sudah memasukkan Ladu Malangbong sebagai salah satu makanan khas dari Garut. Tepatnya Ladu berasal dari Kecamatan Malangbong.

Sejarah Ladu Malangbong

 

Ladu Malangbong adalah makanan olahan dari beras ketan yang sudah ada sejak tahun 1930an. Awalnya Ladu dibuat oleh seorang ibu rumah tangga bernama Musti’ah.

Musti’ah merupakan seorang ibu yang memiliki keterampilan dalam membuat cemilan, seperti Noga, Kue Satu dari tepung ketan, manisan kalua jeruk, teng-teng dari kelapa dan lain-lainnya. Ladu menjadi salah satu makanan yang dikreasikannya.

Dalam perkembangannya, Ladu Malangbong dibuat untuk menyajikan para tamu yang datang ke rumah, terkhusus orang terhormat seperti pejabat di Malangbong.

baca juga: Resep Membuat Burayot Makanan Khas Garut

Kemudian permintaan dari para tamu luar daerah pun meningkat. Dari sejak itulah Ladu Malangbong diproduksi dalam skala besar untuk keperluan komersil.

 

Cara Membuat Ladu Ketan Malangbong:

Bahan-bahan

1. 250 gram beras ketan yang direndam, setelah itu sangrai lalu tumbuk hingga pecah
2. 400 ml santan
3. 250 gram gula merah
4. 100 gram air
5. 200 gram kelapa kemudian sangrai sampai cokelat

 

Cara membuat Ladu Malangbong:

1. Pertama-tama rebus santan, gula merah, dan air secara bersamaan hingga mendidih. Lalu masukkan beras ketan di dalamnya dan aduk hingga kental.

2. Tambahkan kelapa parut di dalam air rebusan tersebut.

3. Setelah matang, tuangkan olahan ladu tersebut dengan tepung ketan lalu gulung menggunakan kertas minyak.

4. Biarkan hingga dingin, lalu potong sesuai selera.

5. Ladu siap dinikmati.

 

baca juga: Pindang Ikan Khas Garut, dengan Bumbu Jahe

 

Demikian Ladu Malangbong, Sejarah dan Resepnya. Kabupaten Garut memang sangat kaya akan makanan khas daerahnya. Tentunya hal itu berpotensi mengangkat ekonomi masyarakat.