Jurus Pemkab Garut Tekan Inflasi dengan Tanam Panen Cepat

Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Komoditi Pangan

Berita638 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan.com – Beberapa negara di dunia tengah dihantui oleh ancaman inflasi. Tentunya ancaman inflasi bukan masalah yang sepele. Karena itu harus dilakukan upaya antisipasi untuk menekan inflasi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Garut sendiri rupanya ada jurus tersendiri untuk menekan inflasi. Caranya adalah dengan gerakan tanam panen cepat. yaitu dengan program pekarangan pangan lestari (P2L).

Hal itu disampaikan Sekda Garut, Nurdin Yana di kantor Kecamatan Kadungora, Kamis 22 Desember 2022.

Nurdin Yana menjelaskan, program P2L sendiri merupakan sebuah konsep lingkungan perumahan pendudukan. Yaitu memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sumber pangan.

Rencananya kata Nurdin Yana, program ini akan diimplementasikan di 26 kecamatan dengan 55 kelompok wanita tani (KWT) sebagai pilot project.

Lebih jauh Nurdin Yana menerangkan bahwa hari ini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di seluruh kabupaten/kota, tengah dihadapkan dengan masalah inflasi.

Guna mengatasi hal itu kata Nurdin Yana, semua pihak harus bergerak untuk melakukan recovery. Dan salah satu yang menjadi harapan adalah melalui program tanam panen cepat.

baca juga: Polres Garut Siapkan Personel Menghadapi Nataru

“Maksud saya adalah bapak ibu sekalian mari sama-sama pak kita coba lakukanlah secara utuh, secara nyata, secara real, apa yang bisa kita lakukan yang sifatnya juga paten, tidak konvensional dan tidak reaktif atas kondisi real di lapangan, saya menginginkan melalui program kegiatan ini pak, jadi gerakan tanam cepat panen atau panen cepat ini adalah bentuk lain dari upaya yang kita lakukan yang adaptif dengan kondisi real di lapangan, dengan memanfaatkan pekarangan seadanya,” ujar Nurdin Yana.

baca juga: LKS Al Hikmah Garut Kembali Berjuang Wujudkan Cita-Cita Anak Yatim Penghafal Quran, Untuk Punya Tempat Yang Layak

Maka dari itu lanjut Nurdin Yana, sekarang masyarakat dianjurkan tidak hanya menanam tanaman hias di pekarangan. Masyarakat harus mulai menanam komoditi pangan.

“Bapak ibu sekalian kan kita hari ini di rumah-rumah kita itu lagi demam adalah menanam pohon bunga kan, bunga nu tidak pernah ada bunganya, aya daun kitu (seperti tanaman janda bolong), semua kan sedang masifkan pak, kenapa tidak mungkin coba kita dorong pak kearah komoditas yang sekiranya bisa memberikan keyakinan dan kepastian bahwa keluarga kita berdaya dalam kondisi itu,” ajaknya. (*)

 

lihat juga: