Polres Garut Siapkan Personel Menghadapi Nataru

43 Pos Akan Dibangun Untuk Pengamanan

Berita715 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan.com – Polres Garut mengadakan apel Gelar Pasukan Ops Lodaya tahun 2022 di markas Polres Garut bersama Pemkab Garut, Kamis 22 Desember 2022. Apel ini dalam rangka pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru (nataru).

Dari Pemkab Garut diwakili Sekda Garut Nurdin Yana dalam apel tersebut.

Nurdin Yana menjelaskan, apel ini juga bentuk lain dari kewajiban pemerintah hadir di masyarakat. Khususnya kaitan dengan pengamanan menjelang nataru.

“Yang pertama adalah kondisi natal. Natal ini kan juga kita maklum bahwa setiap tahun memang ada natal, di situ juga rentan ada hal (sehingga) harus ada pengamanan kepada orang yang (beribadah), khususnya agama Kristen dan Katolik yang akan melaksanakan natal, sehingga negara hadir dalam rangka memberikan kenyamanan pada mereka,” ujar Sekda Garut Nurdin Yana.

Selain itu, dalam setiap pergantian tahun, tentu banyak masyarakat yang merayakannya. Tentunya hal itu perlu pengamanan.

“Sehingga hampir lah ya dilakukan (semua masyarakat) bagaimana bentuk-bentuk ekspresi mereka dalam rangka menyambut tahun baru ini, ini juga sesuatu yang bukan berarti tidak baik tetapi bagaimana pemerintah melakukan bentuk pengamanan atas kondisi (tersebut), meski kita paham hari ini kita juga belum lepas dari yang namanya Covid-19, jadi pandemi Covid-19 masih ada meskipun dalam (penerapan PPKM) level 1,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, menyebut, meski sekarang ini angka covid-19 sudah terkendali, namun Ia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tadi disampaikan oleh Bapak Kapolri dalam amanatnya bahwa untuk keramaian masyarakat atau kegiatan event yang dilaksanakan pada saat malam tahun baru ataupun perayaan natal bisa dilakukan, namun dengan adanya kegiatan asesmen ataupun penilaian secara ketat, jadi bukannya tidak diperbolehkan, boleh tetapi akan dilakukan asesmen terlebih dahulu,” jelasnya.

Kapolres mengatakan, dalam rangka pengamanan nataru ini, pihaknya melibatkan 2.834 personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan stakeholder lainnya, dengan ditunjang 43 pos baik itu pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos pengaturan lalu lintas.

“Kami di satu sisi juga berharap bahwa tadi sudah dibacakan oleh Pak Sekda adanya surat edaran dari Forkopimda terkait panduan perayaan natal 2022 dan perayaan tahun baru 2023, di mana salah satu diantaranya adalah kita berharap masyarakat tetap menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ungkap AKBP Wirdhanto.

Kapolres menjelaskan, pada saat nataru, mobilitas masyarakat akan sangat tinggi, baik itu  yang menuju ke Garut ataupun sebaliknya. Dengan hal itu, Kapolres berharap pengamanan yang dilakukan mampu mewujudkan zero kecelakaan atau zero accident.

“Yang kedua termasuk juga di objek wisata kita kita berharap juga zero laka laut, oleh karena itu khususnya di Pantai Selatan di Garut Selatan kami kemarin sudah melibatkan lbeberapa komunitas perairan ya (seperti) kompepar (kelompok penggerak pariwisata), termasuk juga balawista, dan juga termasuk para nelayan yang kita akan turunkan untuk bisa membantu kenyamanan berwisata di daerah pantai, meskipun di satu sisi kita juga harus tetap waspada terkait masalah bencana, karena bencana saat ini terus menjadi kewaspadaan kita bersama,” ujar Kapolres Garut.

baca juga: LKS Al Hikmah Garut Kembali Berjuang Wujudkan Cita-Cita Anak Yatim Penghafal Quran, Untuk Punya Tempat Yang Layak

baca juga: Mewakili Bupati Garut,Siswa SLB Berprestasi Pencak Silat ini di Undang Kadispora Garut

Selain itu, Kapolres juga menyebut untuk pengamanan di gereja, pihaknya akan melakukan sterilisasi oleh unit penjinak bom, anjing pelacak (K-9), hingga melibatkan anggota Densus 88.

Pengamanan ekstra terhadap bom ini dilakukan mengingat tragedi bom bunuh diri belum lama ini di Mapolsek Astana Anyar Kota Bandung.

“Dan kami sudah kumpulkan beberapa waktu yang lalu forum FKKG (Forum Kerjasama Kristiani Garut) untuk supaya tetap di situ adanya satgas internal, yang apabila ada hal-hal yang sifatnya mencurigakan itu segera melaporkan, dan sudah kami tempatkan perwira pengendali di masing-masing gereja, untuk bisa melakukan pengamanan setiap aktivitas pelaksanaan perayaan natal,” tandasnya.(*)

 

lihat juga: