Garut Mencekam ” KLB ” geruduk Kantor Bupati dan DPRD suarakan jeritan warga atas ketidakadilan dari korban dampak banjir bandang garut

Berita222 Dilihat

Garut Suara Priangan News Com.

Kamis 28/07/22, ratusan orang warga yang mengatasnamakan korban terdampak banjir bandang garut 2016, turun ke jalan suarakan jeritan haknya yang sampai saat ini tidak terseleseikan oleh pemkab garut.

Aksi ini yang dikordinir oleh koalisi lembaga bersatu ( KLB ) yang di isi oleh gabungan 38 LSM dan ormas ini, berjalan lancar tanpa ada arogansi dan tindak kekerasan.

Titik kordinat kumpul awal terjadi di bunderan simpang lima tarogong, dengan tidak menggangu pemakai jalan umum dan juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan TNI ini, sangat tertib dan kondusif.

Lanjut titik kordinat sasaran yang ke dua korban banjir bandang 2016 ini gerudug kantor bupati garut dan setelah suarakan ketidak adilannya tertuju pihak pemkab garut dengan pengorator langsung dari ketua KLB garut yaitu Iskandar dilanjutkan dengan seorang aktipis perempuan bunda Yani dan dilanjut dengan orator ketiganya adalah yousep.

Usai orasi di depan kantor bupati yang pintu gerbangnya tertutup rapat di jaga ketat oleh pihak kepolisian ini, tidak menyurutkan patah semangat warga korban banjir ini langsung geruduk kantor DPRD garut, tapi sangat disayangkan pintu gerbang DPRD juga tertutup rapat penjagaan sangat ketat dari puluhan anggota kepolisian.

Terpantau media tidak ada satupun dari anggota DPRD yang siap menerima asfirasi dari peserta Aksi ini ketika di suarakan oleh oratornya Andrianto alias ( Acoy ) dari LSM BAKTI PEMUDA, BUDI dari LSM GBR, Ade sawali dari LSM BERGERAK dan Lukman dari LSM SAR. Juga pengorator dari perwakilan para ketua Rw nya warga dari korban dampak banjir bandang 2016.

Berikut cuplikan wawancara dengan kordinator gelar aksi turun kejalan suarakan jeritan warga korban banjir bandang ini Iskandar, dalam keteranganya kepada Awak media bahwa aksi ini mutlak menyuarakan jeritan masyarakat / korban banjir bandang 2016 yang terabaikan dan diduga Sarana dan prasarananya hak masyarakat / korban dimaksud jadi ajang korupsi berjamaah dan diduga di alihkan kepada yang bukan haknya, sambil mengutarakan bahwa Aksi besar besaran akan dilakukan kembali pada hari selasa tanggal 02 Agustus 2022, dengan jumlah masa yang sudah dikordinasikan mencapai 1000 ribu orang,pungkasnya.

Liputan : (Endang.Supardin)