FPPG Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Tebar Kepedulian di Tengah Tantangan Ekonomi

Berita557 Dilihat

 

 

Garut_Sinar Priangan News

Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, semangat berbagi dan kepedulian sosial tetap tumbuh di tengah masyarakat. Salah satu praktisi UMKM, Jajang Choerul Ibad yang akrab disapa Kang Arul, bersama pengurus organisasi kepemudaan Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG), menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Kantor Sekretariat FPPG, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh anak-anak yatim serta masyarakat sekitar. Rangkaian acara diawali dengan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya berbagi, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Dalam sambutannya, Kang Arul menyampaikan bahwa meskipun kondisi ekonomi saat ini dirasakan cukup sulit oleh banyak pihak, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap berbagi kepada sesama. Menurutnya, nilai kebersamaan dan kepedulian harus terus dijaga, terlebih di bulan suci Ramadan.

Ia juga mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

 

“Khairunnas anfa’uhum linnas,” yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Semoga kegiatan ini menjadi ladang keberkahan bagi kita semua dan mempererat ukhuwah serta semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, FPPG berharap dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan pemuda dan masyarakat luas. Santunan yang diberikan diharapkan mampu meringankan kebutuhan anak-anak yatim sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Ramadan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana penuh kekeluargaan. Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa solidaritas sosial tetap kuat, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.

 

 

 

pewarta:

**Redd**