A yudha rela mengeluarkan dana sendiri demi berbagi kebahagian. Dan meringankan beban nasib nek onah. 

Berita, Sosial167 Dilihat

Garut, Sinarpriangan News -Hari senin 27 mei 2024 Yudha puja turnawan. Anggota dewan perwakilan rakyat (DPRD) KAB GARUT dari praksi PDIp. bersama pak dayat selaku lurah di desa sukajaya menengok nenek onah janda tua yang dapur rumahnya rubuh pada hari sabtu 25 mei 2024 di kampung ciseke RT 01 RW 14 kelurahan sukajaya kecamatan tarogong kidul.

 

“Kedatangan saya untuk menguatkan hati dan meringankan beban emak onah janda tua yang berusia 78 tahun dengan memberikan bingkisan sembako dan santunan uang.” Tutur yudha

“Walau sudah sepuh nenek onah masih berkeliling ke kampung kampung jualan cimol cipeng dan combro menggunakan nyiru ( tampan). Barusan ketika saya menengok emak onah sedang membuat cipeng dan cimol.” Lanjut yudha

 

Kondisi rumah emak onah memang sangat tidak layak huni. Atapnya sudah mau ambruk sehingga emak onah menggunakan batang bambu besar untuk menahan atap rumahnya.

 

Miris, Nenek onah Puluhan Tahun Tinggal di Gubuk Reot

Sungguh memprihatinkan. Warga kp ciseke RT.001 RW.014, Desa sukajaya ,kec tarogong kidul kab garut puluhan tahun tinggal di rumah reot beralaskan tanah

 

Sebatangkara ia menghuni rumah berukuran 4×5 meter itu. Bukan tak ada keinginan untuk memperbaiki rumah tersebut, diusia senja yang ke 78 th yang hanya berprofesi sebagai tukang cimol , nenek onah hanya bisa pasrah. Dinding rumah dan atap yang terbuat dari bilik bambu tampak telah rapuh, bahkan pada salah satu sisi, lubang besar tampak menganga. Atap rumah pun serupa, dan bahkan telah ambruk sebahagian atap rumahnya tak sedikit genting yang telah pecah, sementara pintu hanya ditutupi bilik bambu, karena pintu telah lama rusak.

 

Kondisi di dalam rumah pun seperti kapal pecah, bahkan rumah tersebut tidak memiliki kamar mandi. Nek onah setiap hari harus menumpang mandi dan mencuci di sumur tetangga,

 

Sekitar puluhan tahun ia tabah dengan nasib hidupnya setelah suaminya meninggal dunia karena sakit.

“Pengen sih rumah ini dibedah, tapi mau pake apa, buat makan aja susah,” ungkapnya nenek onah , (snin 27/5/2024).

 

Saya berharap pemkab garut bisa mengalokasikan hibah bantuan perbaikan rumah untuk nenek onah. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pak faisal direktur jaminan sosial kemensos RI agar ada assesment dan bantuan perbaikan rumah untuk emak onah.

Saya juga berharap emak onah bisa mendapatkan bantuan kewirausahaan dari kemensos RI yang berbasis di rumah agar tak perlu keliling lagi.

(Pungkas a yudha) snin 27mei 2024.

 

Pewarta Peri S.