GARUT – Alpukat aligator dikenal sebagai salah satu varietas alpukat unggulan yang memiliki ukuran buah luar biasa besar. Dalam sekali panen, bobot buah alpukat jenis ini dapat mencapai 1 hingga 2 kilogram per buah, sehingga kerap menjadi incaran para petani dan pegiat hortikultura.
Tak hanya unggul dari sisi ukuran, alpukat aligator juga memiliki kualitas daging buah yang istimewa. Tekstur dagingnya tebal dan padat, bijinya relatif kecil, rasanya gurih tanpa pahit, serta mengandung nilai gizi tinggi. Kombinasi keunggulan tersebut membuat alpukat aligator memiliki nilai jual yang menjanjikan di pasaran.
Seiring meningkatnya permintaan buah premium, minat masyarakat untuk membudidayakan alpukat aligator pun terus bertambah. Varietas ini dinilai cocok sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan prospek usaha yang cerah.
Bagi masyarakat Garut dan sekitarnya yang tertarik mengembangkan budidaya alpukat aligator, Kios Khadizarah Bibit hadir sebagai salah satu penyedia bibit alpukat aligator unggul. Bibit yang ditawarkan berasal dari hasil okulasi penangkaran terpercaya, sehingga kualitas pertumbuhan tanaman lebih terjamin.
Kios Khadizarah Bibit berlokasi di Jalan Samarang–Simpang, Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, tepat di depan SDN Mekarsari 1. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi nomor WhatsApp 082.295.693.903 atau mencari lokasi melalui Google Maps KLIK DI SINI.
Pemilik Kios Khadizarah Bibit, Nunung Komalasari, menyampaikan bahwa pihaknya juga memberikan kemudahan layanan bagi konsumen, terutama untuk pembelian dalam jumlah besar.
“Jika pembelian dalam jumlah tertentu yang cukup banyak, kami siap melayani jasa antar ke lokasi dan ada harga khusus,” tegas Nunung.
baca juga: Kios Khadizarah Bibit Jadi Rujukan Bibit Alpukat Unggulan di Garut
Menyediakan Tiga Jenis Ukuran
Untuk bibit alpukat Aligator di kios Khadizarah Bibit, tersedia dalam tiga ukuran yaitu ukuran kecil, ukuran sedang dan ukuran besar.
Pada dasarnya kata Nunung, semua ukuran sudah siap berbuah, karena hasil okulasi ini pohon atasnya diambil dari tanaman tua yang sudah siap berbuah.
” Yang membedakan itu adalah tujuan dan perlakuan. Jika tujuannya untuk penghobi, ingin menjadi hiasan berbuah di pot dengan ukuran kecil, tinggal perlakuan pemupukannya yang berbeda. Tapi kalau tujuan untuk ditanam di kebun target buahnya memang agak lama karena yang dikejar itu adalah pembesaran batang dan dahan dulu. Pemupukannya juga berbeda,” ujar Nunung.




