Yudha puja turnawan : moral ideal seorang peminpin yakni bisa meminpin dengan hati

Berita, Sosial104 Dilihat

Garut, sinarpriangan.com-jumat 28 juni 2024 Tak bisa tinggal diam tatkala warga yang sedang di rundung pilu dan kegelisahan, hatinya selalu tergerak serasa ingin hadir di kehidupan warganya di rundung kegelisahan Dan kepiluan di kehidupannya. Siapa dia tiada duanya anakmuda yang mempunyai karir mentereng. Seorang anggota dewan dari partai PDI-p yang sekaligus sebagai ketua DPC PDI-p yaitu yudha puja turnawan. Yang akrab di panggil a yudha.

Jumat tanggal 28 juni 2024 a yudha blusukan menengok beberapa warga di kecamatan leles dan limbangan. Lokasi pertama a yudha di dampingi tim nya menengok adik siti rubia penyandang disabilitas di kampung sarjambe RT 03 RW 04 Desa cangkuang Kecamatan Leles. “Adik siti rubia tinggal di rumah tidak layak huni dan berasal dari keluarga kurang mampu, ayahnya pak rahmat bekerja menjadi buruh serabutan yang tidak tiap hari bisa bekerja. Dalam kesempatan ini saya memberikan bantuan pampers dan sembako untuk adik siti rubia.Dan selanjutnya Kondisi adik siti ini akan saya laporkan ke Kemensos RI.”

 

Lokasi kedua a yudha mengunjungi Ibu awang seorang janda yang tinggal bersama anak penyandang disabilitas mental di kampung sumur RT 03 RW 08 Desa cangkuang kecamatan leles. Kondisi rumah ibu awang pun tidak layak huni.

“Kondisi ibu awang ini akan saya laporkan ke kemensos RI agar bisa mendapatkan bantuan kewirausahaan maupun bantuan RST.”

 

Lokasi ketiga saya mengunjungi ibu nenti polita yang rumah nya rubuh di hari kamis 27 juni 2024 sekitar pukul 14.00 WIB di kampung saapan RT 03 RW 07 desa galih pakuwon kecamatan limbangan.

 

Pada saat di wawancarai oleh awak media a yudha menjelaskan “kalou ini sudah menjadi tugas saya Jika tugas pemimpin itu di antaranya adalah menghidupkan, maka pemimpin itu sendiri harus memiliki kekuatan lebih dibanding mereka yang sedang dipimpinnya. Tanpa kelebihan yang ada pada dirinya, maka tidak akan mungkin berhasil menunaikan tugas kepemimpinannya. Tugas menghidupkan maka dirinya sendiri harus hidup terlebih dahulu” tutur A Yudha

 

Pemimpin dituntut mampu menghidupkan pikiran atau nalar orang yang sedang dipimpinnya, menghidupkan hati, semangat dan atau kemauannya. Pekerjaan itu kadang mudah, akan tetapi kadang juga amat sulit. Disebut mudah manakala pemimpin itu diketahui memiliki ketulusan, integritas yang tinggi, dan bertanggung jawab. Orang yang memiliki kelebihan seperti itu akan diikuti oleh mereka yang dipimpinnya dengan tulus pula. Dan semoga saja kedatangan saya bisa sedikit membantu meringankan beban mereka. Pungkas a yudha

 

untuk selanjutnya Saya akan berkoordinasi dengan disperkim garut dan PJ Bupati Garut agar ada bantuan dari pemkab garut maupun dari BAZNAS atau dari CSR. Untuk mendapatkan jaminan hidup dan hak hidup yang layak. Semoga saja semua bisa terlaksana. Lanjut nya.

 

Pewarta ipey