Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Menggelar Aksi Demo Sebagai Bentuk Kekecewaan Terhadap PJ Bupati Garut, Barnas Adjidin

Berita336 Dilihat

 

Garut,Sinarpriangan News 

Sejumlah mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut menggelar demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kinerja Plt. (Pelaksana Tugas) Bupati Garut, Barnas Adjidin, selama 100 hari masa jabatannya. Mereka menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Barnas Adjidin tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam orasi mereka, perwakilan dari PMII menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan-kebijakan tersebut, dengan menekankan bahwa Barnas Adjidin bukanlah warga asli Garut. Mereka menegaskan bahwa dalam 100 hari masa kerja PJ Bupati tidak ada kebijakan yang dianggap menguntungkan rakyat. Salah satu mahasiswa menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan pemimpin seperti Barnas dan menuntut agar dia segera mundur dari jabatannya. Aksi demonstrasi ini digelar di depan kantor Bupati, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Garut, pada Kamis, 2 Mei 2024.

Orator lain juga mengkritik bahwa selama menjabat sebagai PJ Bupati Garut, Barnas Adjidin hanya terlihat bergerak tanpa arah yang jelas.

“Mereka hanya melihatnya bergerak tanpa arah yang jelas. Sebaiknya Barnas kembali ke kampung halamannya dan fokus menjadi seorang tiktoker,” teriak seorang mahasiswa.

Rasa kekecewaan mahasiswa semakin meningkat karena Barnas Adjidin tidak hadir saat aksi demonstrasi berlangsung.

“Ketidak hadiran Barnas menjadi pertanyaan besar. Apakah dia takut akan kritik? Kami merasa dihormati oleh PJ dengan ketidakhadirannya. Kami menyesal atas ‘kematian’ semangat dan komitmen Barnas Adjidin, dan kami menggambarkan ini sebagai simbol membakar semangat Barnas Adjidin,” ujar seorang mahasiswa.

“Andrian menyoroti bahwa kualitas pendidikan selama masa jabatan Barnas Adjidin belum mampu meningkatkan kesejahteraan pendidikan di Kabupaten Garut. Banyak isu di luar sana terkait dengan tenaga pendidik dan infrastruktur pendidikan yang masih kurang layak,” kata Andrian.

Ia juga menambahkan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja PJ Bupati Garut, Barnas Adjidin.

“Kami kecewa terhadap kinerja PJ Bupati Garut, merasa belum ada inisiatif yang signifikan dari Barnas Adjidin. Kami melihat bahwa Barnas Adjidin hanya berperan sebagai pengunjung yang meresmikan program-program yang sudah ada sejak bupati sebelumnya. Namun, tidak ada tindakan konkret terkait dengan penanggulangan isu-isu strategis di Kabupaten Garut.

 

pewarta:

Ajay/fithri