LGBT di Garut Meningkat? Al Quran Berbicara Tentang Kaum Gay

Artikel131 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan.com – Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Kabupaten Garut dikabarkan mengalami peningkatan. Jumlah pengidap LGBT dikabarkan sudah ribuan orang.

Tentunya hal ini menjadi warning bagi semua pihak untuk segera mengambil sikap tegas. Pasalnya dalam ajaran Islam, LGBT tak dipandang hanya sebagai penyakit sosial dan dapat menimbulkan penyakit bagi tubuh. Jauh dari itu, Islam melarang LGBT karena dapat mengundang adzab.

Sebagaimana kisah kaum Nabi Luth yang diabadikan dalam Al Quran atau yang terkenal dengan kaum Sodom. Mereka terkena adzab dan habis dimusnahkan akibat perilaku menyimpang tersebut.

Oleh karena itulah, para ulama di Garut sat ini pun kabarnya mulai gerah dan membuat gerakan mendorong Pemerintah Kabupaten untuk segera membuat Perda khusus tentang LGBT.

Gerakan para ulama tersebut tentunya didasari karena kekhwatiran akan adzab, sebagaimana yang menimpa kaum Nabi Luth.

Sebut saja misalnya gerakan yang dilakukan oleh Forsiaga (Forum Silaturahmi Asatidz Garut) beberapa hari yang lalu. Forsiaga mendesak agar Bupati dan DPRD segera membentuk Perda tentang Anti LGBT.

Kemudian sebelumnya juga dilaksanakan Forum Bahtsul Masail tentang LGBT yang diselenggarakan oleh Aliansi Ummat Islam 31 Desember 2022 lalu.

baca juga: Tanggulangi Masalah LGBT di Garut Harus Dibuatkan Produk Hukum

Gerakan para ulama ini tentunya harus segera direspon oleh Pemerintah Daerah, agar masyarakat di Kabupaten Garut selamat dari ancaman adzab dan penyakit kesehatan juga penyakit sosial yang ditimbulkan dari LGBT.

Bagaimana Al Quran Berbicara tentang LGBT?

 

Mengutip laman muslim.or.id, beberapa ayat Al Quran berbicara tentang kaum Gay (laki-laki menyukai sesama jenis). Antara lain sebagai berikut:

Allah Ta’ala berfirman :

{وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

baca juga: Forsiaga Desak Bupati Garut dan DPRD Bentuk Perda Anti LGBT

Dalam ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan bahwa perbuatan sodomi antar sesama pria, yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth ‘alaihis salam, merupakan perbuatan fahisyah.

Sementara yang dimaksud fahisyah adalah suatu perbuatan yang sangat hina dan mencakup berbagai macam kehinaan serta kerendahan.

Syaikh Abdur Rahman As Sa’di  rahimahullah mengatakan, bahwa fahisyah dalam ayat ini, artinya adalah sebagai berikut:

الخصلة التي بلغت – في العظم والشناعة – إلى أن استغرقت أنواع الفحش

“Perbuatan yang sampai pada tingkatan mencakup berbagai macam kehinaan, jika ditinjau dari sisi besarnya dosa dan kehinaannya!”. [Tafsir As-Sa’di]

 

Kemudian Firman  Allah Ta’ala:

{مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}

“…yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

Maksudnya adalah bahwa perbuatan sodomi yang dikerjakan kaum Nabi Luth ‘alaihis salam tersebut, belumlah pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum mereka.

baca juga: Bahaya LGBT dan Faktor yang Menyebabkannya

Sodomi dipandang sebagai perbuatan yang menyelisihi fitroh manusia. Prebuata ini sangat menjijikkan, karena seorang laki-laki menyetubuhi dubur laki-laki lain. Padahal di dalam dubur itu adalah tempat kotoran besar yang bau, kotor, jorok dan menjijikkan. Karena itu jelas bahwa fitroh manusia akan menolaknya.

 

Di ayat lain Allah Ta’ala berfirman :

{إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ}

Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas. [Al-A’raaf: 81].

Pakar ilmu tafsir, Al-Baghawi rahimahullah, menjelaskan makna “musyrifiin (melampui batas)” dalam ayat ini, yaitu sebagai berikut:

مجاوزون الحلال إلى الحرام

“Melampui batasan yang halal (beralih) kepada perkara yang haram”. [Tafsir Al-Baghawi].

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah juga menafsirkan:

متجاوزون لما حده اللّه متجرئون على محارمه

“Melampui batasan yang telah Allah tetapkan lagi berani melanggar larangan-Nya yang haram dikerjakan”. [Tafsir As-Sa’di].

 

Dalam firman Allah Ta’ala berikut ini:

{وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ}

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kriminal itu. [Al-A’raaf: 80].

Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menyebut kaum Nabi Luth sebagai para pelaku kriminal. Dengan begitu, mereka kaum gay sesungghnya layak disebut penjahat seksual. Karena telah melakukan kejahatan kriminal dalam menyalurkan hasrat seksual.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-‘Ankabuut:

{قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ}

(30) (Nabi) Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.

{وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ}

(31) Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim“.

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata :

فأيس منهم نبيهم، وعلم استحقاقهم العذاب، وجزع من شدة تكذيبهم له، فدعا عليهم و { قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ } فاستجاب اللّه دعاءه.

“Maka Nabi mereka (Luth) putus asa terhadap (taubatnya) mereka, sedangkan beliaupun mengetahui bahwa kaumnya memang layak mendapatkan adzab dan beliau mengeluh (kepada Rabbnya) akan sikap mereka yang mendustakan diri beliau. Lalu beliaupun “Berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”, maka Allahpun mengabulkan do’a beliau”

lihat juga: