” KITRA ” Korda garut turun lagi ke jalan aksi damai suarakan Kesejahteraan TNI/POLRI 50 juta/bulan

Ekonomi221 Dilihat

Garut sinar priangan com.

Selasa 21/06/22, sekitar 50 0rang yang tergabung dalam ” KITRA” turun kejalan tiada lain untuk menyuarakan kesejahteraan TNI/POLRI sebesar 50 juta / bulan.

Bertempat di bundaran simpang lima tarogong garut, peserta aksi ini sangat tertib damai, tidak ada arogansi atau kekerasan, tidak mengganggu sarana umum dan lalulintas penguna jalan, bahkan aksi simpatik ini membuat acungan jempol dari para pengendara yang melintas.

Dalam orasi pertama oleh sang orator yang bernama Andreanto ataw sapaan akrab dikenal (Acoy) diawali dengan kata bismilah hirochman nirochim, Asmualakum, salam sejahtera untuk kita bersama, dan tentunya permohonan maap disampai kepada para pelintas jalan di kawasan bunderan simpang lima, bila kehadiran kami ditempat ini merasa kenyamananya berkendaraan terganggu, dilanjutkan dengan penyampaian orasi bahwa kami turun kejalan ini tiada lain untuk menyampaikan asfirasi dari seluruh lapisan masyarakat bahwa, pemerintah RI hendaknya segera merealisasikan kesejahteraan TNI/POLRI dengan gajih 50 juta/ bulan, hal ini kami sampaikan karena kami merasa prihatin atas kesejahteraan TNI/POLRI yang dirasakanya jauh dari kata cukup dan layak, bahkan diduga banyak tersandung problema dan dampak sosial sampai kesandung perkara hukum dan berakhir dengan pemecatan.

Masih dilokasi yang sama Orator kedua yang bernama Iskandar, menyampaikan bahwa segeranya direalisasikan kesejahteraan TNI/POLRI sebesar 50 juta/bulan ini sebagai wujud perimbangan begitu beratnya tugas negara yang dipikulnya, demi keutuhan tegaknya NKRI, dalam rongrongan baik dari luar negeri maupun di dalam negeri ( untuk TNI ), juga penegakan supermasi hukum untuk ( POLRI ).

Dengan demikian tak kala kesejahteraan kedua institusi tersebut terealisasi, maka negara ini akan terasa makmur karena masyarakatnya merasakan nyaman dengan di garis bawahi karena hukum ditegakan sebenar benarnya dan seadil adilnya yang salah katakan salah, yang benar katakan benar tanpa adanya pemutar balikan fakta yang menuju UANG sebagai PELICIN SEGALANYA.

Orator ketiga seorang perempuan aktivis yang kritis yaitu Bunda yani, orator ke empat, Ade syawali, orang ke lima Andre orator ke enam Ines, orator ke tujuh Yousef orator ke delapan seorang anak muda dari akademisi yaitu Wildan dan di tutup dengan orator ke sembilan yang sekaligus ketua KITRA korda garut yaitu Agis AA dengan menyampaikan kata yang sama dengan pungkasnya. Yang terhormat bapak presiden RI, DPR / MPR, mohon segera realisasikan kesejahteraan TNI/POLRI sebesar 50 juta/ bulan.

(Endang.supardin)