KDM Serahkan Tabungan Honor Almarhumah Teh Kanaya Rp400 Juta untuk Keluarga

Sebagai bentuk penghormatan dan untuk mengenang almarhumah, KDM juga menyampaikan rencana untuk memperbaiki masjid yang berada di sekitar rumah Teh Kanaya.

Berita39 Dilihat

 

SINAR PRIANGAN NEWS

TASIKMALAYA, Sinar Priangan News – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyerahkan uang yang selama ini disimpan dari honor almarhumah Wulan Istimaharani atau yang akrab disapa Teh Kanaya kepada pihak keluarga.

Hal tersebut disampaikan KDM saat memberikan sambutan dalam pemakaman Teh Kanaya di Kampung Mekarsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026).

Teh Kanaya meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada usia 35 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker. Almarhumah kemudian dimakamkan di kampung halaman dan dikebumikan di tengah keluarga serta masyarakat yang mengenalnya.

Dalam suasana penuh haru, KDM mengungkapkan bahwa honor yang diterima Teh Kanaya selama mendampingi berbagai kegiatan dirinya sengaja disimpan. Menurut KDM, hal tersebut dilakukan karena dirinya memahami bahwa Teh Kanaya merupakan sosok yang tidak banyak memikirkan kepentingan pribadi.

“Setiap honor nu dipasihan, ku sim kuring sok disimpen. Kumargi sim kuring uninga Teh Kanaya lalagasan, bisi hiji waktu diperyogikeun,” ujar KDM.

KDM kemudian menyampaikan bahwa uang yang selama ini disimpan tersebut berjumlah sekitar Rp400 juta dan kini diserahkan kepada keluarga almarhumah.

“Ku kituna sim kuring bade nyanggakeun rejeki nu anjeunna, nu salami ieu tara dipasihan, disimpen aya 400 juta. Mudah-mudahan tiasa manfaat kanggo ibuna, kanggo kulawargina,” tutur KDM.

Pernyataan tersebut disampaikan KDM dengan penuh haru dan disambut isak tangis keluarga Teh Kanaya.

Bagian dari Perjalanan Pengabdian KDM

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga mengenang perjalanan panjangnya bersama Teh Kanaya. Menurutnya, almarhumah telah hadir dalam berbagai fase kehidupan dan pengabdiannya kepada masyarakat, mulai ketika dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta, menjadi anggota DPR RI, hingga dipercaya memimpin Jawa Barat sebagai gubernur.

“Kumargi anjeunna bagian tina jiwa, spirit kuring dina babakti ka lemah cai, silih asah, silih asih, silih asuh. Dina nyaosan tugasna hirup, nulung kanu butuh, nalang kanu susah, nganter kanu sieun, nyaangan kanu poekeun,” ungkapnya.

KDM menyebut kehadiran Teh Kanaya bukan sekadar sebagai bagian dari perjalanan pekerjaannya, tetapi juga meninggalkan kenangan dan ikatan emosional yang mendalam.

“Sim kuring lekasan janten Bupati Purwakarta, janten anggota DPR RI dugi ka janten gubernurna, anjeunna nyarengan. Etang-etang tetengger rasa katresna. Etang-etang gapura rasa kacinta,” ucap KDM.

Berencana Bangun Tajug Kanaya

Sebagai bentuk penghormatan dan untuk mengenang almarhumah, KDM juga menyampaikan rencana untuk memperbaiki masjid yang berada di sekitar rumah Teh Kanaya.

KDM berharap rencana tersebut dapat menjadi sebuah amal yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap almarhumah.

“Panginten saatos 40 dinten, masjid anu tadi dijanten tempat netepan, manawi diijinan ku sadaya tokoh masyarakat sareng Ketua DKM, ku sim kuring bade diwangun masjid namina Tajug Kanaya,” kata KDM dengan suara terbata-bata.

Rencana tersebut tentunya masih akan dikoordinasikan dengan tokoh masyarakat dan pengurus DKM setempat.

Kepergian Teh Kanaya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kenangan serta kebaikan yang ditinggalkannya diharapkan dapat terus hidup melalui berbagai bentuk amal dan manfaat bagi masyarakat.

 

Sumber informasi: Video KDM

Pewarta: Bang Yus