Rudy menerangkan, anggaran yang digunakan di Desa Cinta ini berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, dan dari Dana Desa (DD), ditambah dengan dana CSR dari perusahaan yang ada di Desa Cinta, salah satunya yaitu PT. Pertamina Geothermal.
“Ini dimanfaatkan, gotong-royongnya di sini luar biasa, jadi di sini itu tidak pernah ada yang namanya kejahatan, tidak pernah adanya paketrok, semuanya bergotong royong, kekuatan desa ini adalah gotong-royong,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Dicky Saromi, menyampaikan bahwa Desa Cinta ini termasuk ke dalam 3 besar Lomba Desa Kelurahan Tahun 2023 tingkat Provinsi Jawa Barat, bersama-sama dengan Desa Cimenyan Kabupaten Bandung, dan Desa Taringgul Tonggoh Kabupaten Purwakarta.
“Jadi kita ingin klarifikasi langsung ke lapangan dan bertemu dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk lomba itu, sehingga nanti nilai itu akan semakin bisa valid ya untuk kita berikan nanti penilaiannya untuk prestasi dalam mengikuti lomba desa dan kelurahan ini,” ucapnya.
Ia menilai, bahwa Desa Cinta ini sangat bagus terutama dalam dalam hal keguyuban masyarakat desanya. Selain itu, imbuh Dicky, kantor desanya pun sangat luar biasa.
“Semoga dalam klarifikasi lapangan ini nanti lancar dan bisa dilakukan dengan baik, juga hasilnya terbaik dan kalau memang nanti Desa Cinta bisa untuk pantas mewakili Jawa Barat,” ucapnya.




