BPBD Garut dan Sekolah Sungai Cimanuk Kenalkan Mitigasi Bencana

Berita90 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan.com -Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Garut bekerja sama dengan Sekolah Sungai Cimanuk menggelar acara Sosialisasi Mitigasi Bencana dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dilaksanakan di Kampung Neglasari, Dusun 3, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jum’at (28/4/2023).

Kepala BPBD Garut, Satria Budi, mengatakan, sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 26 April. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Sekolah Sungai Cimanuk dan Kepala Desa Mekarsari.

“Dan kegiatan ini diselenggarakan dengan cara menanam pohon di sepanjang lahan yang kritis. Perlu kami sampaikan juga bahwa tema kegiatan di tahun ini adalah ketahanan desa dalam rangka mengurangi resiko bencana, itu adalah tema HKB di tahun ini,” ucapnya.

Ia menyampaikan, adanya Hari Kesiapsiagaan Bencana ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat salah satunya yaitu terkait ancaman bencana di lingkungan sekitar, menyiapkan rencana evakuasi, siaga bencana, dan melakukan simulasi atau gladi kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selain itu, kegiatan ini dalam upaya menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini, serta membangun partisipasi aktif dalam penanggulangan bencana dan pengurangan resiko bencana.

“Ini adalah 5 langkah upaya kesiapsiagaan bencana dari mulai tingkat desa,” ucapnya.

Satria Budi menambahkan, rangkaian HKB di Kabupaten Garut di antaranya adalah pemukulan kentungan tepat pukul 10 pagi pada tanggal 26 April 2023, penanaman pohon, dan simulasi bencana yang rencananya juga akan dilaksanakan di desa-desa lain di Kabupaten Garut.

“Ada beberapa desa yang kemarin bisa di desa Hegarsari kalau tidak salah, di Kecamatan Kadungora, itu juga meminta kita untuk melakukan latihan bersama dalam rangka kegiatan mempersiapkan kesiapsiagaan di tingkat lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, adanya HKB ini masyarakat bisa lebih proaktif dalam menghadapi bencana, di mana bencana ini merupakan tanggung jawab bersama, baik masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun insan pers, sehingga ketika bencana terjadi, masyarakat bisa mempersiapkan diri dan mengenali lingkungan secara mandiri dan dapat menentukan langkah seperti apa.

Terakhir, ia menegaskan bahwa Kabupaten Garut memiliki seluruh potensi bencana diantaranya seperti gunung berapi, tsunami, tanah longsor dan yang lainnya.

“Terutama yang tadi disampaikan juga bahwa sepanjang tahun 2022 tercatat 538 kejadian bencana di Kabupaten Garut yang didominasi oleh kejadian banjir dan longsor akibat hidrometeorologi,” tandasnya.

baca juga:

Wakil Bupati Garut Tinjau Situ Bagendit, Diharapkan Bisa Dikelola Profesional

 

Bencana Longsor Terjang Rumah Warga di Desa Karangagung