Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Teguhkan Komitmen Jaga Nurani Demokrasi di Usia ke-8

Berita418 Dilihat

 

 

Karawang_Sinar Priangan News

Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang menggelar Renungan Kebangsaan di Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Minggu (8/2/2026) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 IWO Indonesia pada 9 Februari 2026.

Dengan mengusung tema “Pers Merawat Ingatan Bangsa, Jurnalis Menjaga Nurani Demokrasi”, acara ini menegaskan kembali komitmen insan pers untuk berpegang pada integritas, akurasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Ketua Pelaksana, Dedi MK, menjelaskan alasan pemilihan lokasi bersejarah tersebut. “Rengasdengklok mengajarkan keberanian dalam menentukan sikap. Spirit itu relevan dengan tugas pers hari ini, yakni berani menyampaikan kebenaran di tengah berbagai tekanan,” ujarnya.

Acara yang berlangsung pukul 16.30 hingga 19.00 WIB ini diisi dengan refleksi sejarah, pembacaan doa, dan introspeksi moral insan pers menyambut HUT ke-8 organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, Amd., CHRM., menegaskan momentum ini sebagai titik penguatan soliditas. “Jurnalis IWO Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran. Jangan takut bersuara, dan jangan tergoda meninggalkan integritas demi kepentingan sesaat,” pesannya.

Syuhada juga melaporkan bahwa seluruh kegiatan digelar tanpa pungutan biaya (zero payment) dari anggota. Ia mengungkapkan perkembangan organisasi di Karawang yang kini telah memiliki sekitar 65 anggota. Ke depan, IWOI Karawang menargetkan pelaksanaan uji kompetensi bersama BNSP serta verifikasi Dewan Pers pada 2027.

Sementara itu, Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR Icang Rahardian, SH. S.AK., MH., M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia jurnalis. “Jangan hanya pakaiannya yang keren, tapi ilmunya kosong. SDM harus ditingkatkan agar wartawan benar-benar diperhitungkan,” tegasnya.

Icang menyampaikan bahwa pada 2026 IWO Indonesia sengaja tidak menggelar perayaan skala nasional sebagai bentuk empati atas musibah di berbagai daerah. Ia juga mengibaratkan perjalanan organisasi yang mirip dengan perjuangan bangsa, berawal dari titik-titik genting sejarah. “Karawang memiliki nilai sejarah perjuangan. Ini bukan kebetulan organisasi berkembang di sini,” ujarnya.

Dalam naskah renungan yang dibacakan, ditegaskan bahwa pers tidak sekadar mencatat peristiwa, melainkan menjaga ingatan kolektif bangsa. Jurnalis diingatkan untuk tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan, maupun menukar integritas dengan popularitas.

Delapan tahun perjalanan IWO Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat tanggung jawab moral agar lebih profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.

 

 

 

 

Pewarta:Ella

Sumber; (HUMAS IWOI DPD KARAWANG)