Yudha Puja Turnawan pada Reses di Desa Jatisari menitipkan beratkan di bidang kesehatan

Berita, Politik, Sosial1452 Dilihat

Garut, Sinarpriangan News- Yudha Puja Turnawan menggelar reses masa persidangan III Tahun 2023 Daerah Pemilihan 1, di aula serbaguna desa jatisari , selasa (5/13/2023).

Reses masa sidang ke III dihadiri oleh Sekmat kecamatan karang pawitan. Kades jatisari bapeda Kabupaten Garut. tokoh Masyarakat tokoh Pemuda dan kader Posyandu Desa jatisari, masyarakat dan peserta yang hadir sangat antusias mengikuti Reses masa sidang ke III daerah pemilihan 1 ini.

Masa reses merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat. Reses merupakan kewajiban bagi anggota DPRD dalam menjaring informasi untuk kemudian disalurkan.
Yudha Puja turnawan memaparkan, aspirasi yang berhasil dihimpun melalui reses nantinya akan diperjuangkan melalui Partainya “Saya juga berharap apa yang menjadi usulan masyarakat nantinya juga dapat disampaikan dalam musrembang tingkat desa, Kecamatan, dan kabupaten,” paparnya.

Ketua Dpc PDI Perjuangan Kabupaten Garut ini menyampaikan, bahwa apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan selalu di perjuangkan dan akan minta Pemerintah kabupaten Garut untuk diprioritaskan.”Intinya, kami selalu siap untuk memperjuangkan aspirasi warga,” reses adalah waktunya mendengar aspirasi masyarakat untuk di jembatani kepada pemerintah.silahkan masyarakat menyalurkan aspirasinya insyaallah ini akan masuk ke SIPD
Sistem Informasi pemerintah Daerah.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya. Oleh karena itu, Yudha mengaku akan selalu berjuang demi kesejahteraan masyarakat kabupaten Garut khususnya dapil1, Aspirasi masyrakat pada reses masa sidang III kali ini yaitu masyarakat Desa Jatisari kecamatan karang pawitan yang kebanyakan kader posyandu meminta BPJS dan BPI untuk masyarakat karena masih banyak orang miskin yang tidak memiliki BPJS. Kami dari fraksi PDI Perjuangan mengamanatkan kepada Bupati di pandangan umum kemarin bahwa untuk BPJS dan BPI jangan dari pajak rokok saja tapi dari dua bidang kesehatan 22 persen harus di alokasikan untuk pembayaran Bpjs.” tutur Yuda

“Karena di rasa masih banyak masyarakat yang belum mempunyai BPJS. lebihnya masyarakat miskin Selain itu kader posyandu ingin insentif, meminta laptop dan healing karena memang penting healing untuk kader posyandu. Karena kader posyandu garda terdepan dalam menciptakan generasi emas 2045. penurunan stunting di Kabupaten Garut dari 35 menjadi 15,6 persen itu hasil kinerja kader – kader posyandu yang terus menerus melawan stunting.” lanjutnya

“Selain itu pak Rw Yaya meminta pemberdayaan perempuan. Pak cecep yang meminta akses air bersih. akses air bersih tentu ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah karena pemerintah pusat menargetkan 2024 masyarakat harus mempunyai air bersih, Garut hari ini baru mencapai 91 persen, target kita kabupaten Garut harus mencapai 100 persen masyarakat mempunyai air bersih. Pada reses kali ini lebih menitik beratkan pada kesehatan karena masih banyak’nya masyarakat yang belum mempunyai BPJS, Sehingga ketika mereka sakit dan masuk rumahsakit mereka bingung tentang pembiayaan” pungkas Yuda

 

Pewarta Alfat

 

Baca Juga :

 

Polres Garut Menggelar Press Release Tindak Pidana Perbuatan Cabul atau Persetubuhan Anak Dibawah Umur

 

Upaya Konkret Pemerintah Hadapi Stunting

 

REBBANA AL-HIKMAH Sukses Gelar Super Camp Diklatsar Relawan Tanggap Darurat Bencana Di Garut Selatan