GARUT – Pelaku UMKM di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, kembali membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Salah satu yang kini mendapat kepercayaan besar adalah abon ayam produksi rumah usaha setempat, yang rutin memasok kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.
Produk olahan ini tak sekadar diproduksi secara rumahan. Rumah produksi dikelola secara profesional dengan kapasitas besar, sehingga mampu memenuhi permintaan hingga ratusan kilogram. Sistem manajemen distribusi pun ditata rapi untuk memastikan setiap pesanan tiba tepat waktu dan dalam kondisi prima.
Feri Burama, Manager Sales Marketing rumah produksi abon di Kecamatan Bayongbong, menegaskan bahwa pihaknya membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk untuk pemesanan dari luar Garut.
” Jika pesanan dalam jumlah besar, yaitu minimal 200 kg, kami siap memberikan servis gratis ongkir, abonnya diantar ke lokasi langsung oleh kami. Jasa gratis ongkir ini kami berikan khusus untuk wilayah terdekat, yaitu Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sumedang, Kota Banjar, Kabupaten/Kota Bandung,” ujar Feri.
Tak hanya itu, kemudahan juga diberikan bagi pemesan dari daerah lain di Jawa Barat dengan skema ongkos kirim yang tetap terjangkau.
” Adapun untuk Kabupaten/kota di Jawa Barat di luar kabupaten kota yang telah kami sebutkan tadi, kami menerapkan ongkir ringan untuk pemesanan minimal 200 kg. Ongkir ringan itu hanya sebesar Rp200.000 tapi barang juga tetap kami antar ke lokasi,” sambung Feri.
Untuk pemesanan di bawah 200 kilogram, pengiriman dilakukan melalui jasa ekspedisi atau dapat diambil langsung oleh pembeli.
” Untuk pemesanan skala rumahan tentunya tidak dikenakan gratis ongkir dan pengiriman bisa melalui jasa ekspedisi paket atau diambil sendiri,” imbuh Feri.
Kualitas menjadi komitmen utama dalam setiap tahapan produksi. Mulai dari seleksi bahan baku, standar cita rasa, hingga proses pengolahan, semuanya dijaga secara konsisten. Hal ini penting karena produk tersebut menjadi bagian dari konsumsi anak-anak dalam program MBG yang menitikberatkan pada asupan gizi seimbang.
baca juga: Abon UMKM Garut Dilirik MBG, Buka Peluang Kerja Sama
Cocok untuk Menu MBG Saat Ramadhan
Menurut Feri, abon menjadi salah satu pilihan menu yang relevan untuk program MBG, terutama selama bulan Ramadhan. Teksturnya yang kering dan daya simpannya yang lama membuatnya praktis untuk distribusi dalam skala besar maupun penyimpanan di dapur MBG.
” Untuk bulan Ramadhan, tentunya pilihan menu MBG adalah makanan keringan yang tahan lama. Nah abon bisa menjadi salah satu menu yang praktis,” terangnya.
baca juga: Distributor Bibit Alpukat Berpengalaman di Indonesia, Hubungi Kontaknya
Dengan kapasitas produksi yang terus ditingkatkan, rumah produksi abon asal Bayongbong ini optimistis memperluas jaringan distribusi sekaligus berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG.
Bagi pengelola dapur MBG maupun masyarakat yang ingin melakukan pemesanan, dapat menghubungi Feri di nomor 082.295.693.903.




