SINAR PRIANGAN NEWS
Skandal Buku Rekening ‘Misterius’ SDN 4 Talagasari: Orang Tua Kaget Dana Beberapa Kali Pencairan Tak Pernah Diterima, Gelombang Kekecewaan Membanjiri Medsos

Sebuah skandal penyaluran dana bantuan pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Garut. Kali ini, SDN 4 Talagasari di Kecamatan Banjarwangi menjadi pusat perhatian setelah sejumlah orang tua murid mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. Pasalnya, meski nama anak-anak mereka tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan sudah melewati beberapa periode pencairan dana, uang bantuan tersebut tak kunjung mereka terima. Ironisnya, buku tabungan yang menjadi syarat pencairan justru baru diberikan hari senin kemarin.
SDN 4 Talagasari yang berlokasi di Kampung Cibitung, Desa Talagasari, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat ini menjadi sorotan tajam dari berbagi pihak terkait postingan postingan orang tua murid, terkait keluhan dan kekecewaan tentang bantuan PIP yang belum pernah diterimanya.
Kronologi: Buku Tabungan Baru Hadir, Padahal Sudah Beberapa Kali Periode Pencairan Berlalu
Kisah ini bermula dari unggahan seorang wali murid yang mengaku baru mengetahui status penerima PIP anaknya setelah menerima buku tabungan dari Program Indonesia Pintar (PIP). Saat dilakukan pengecekan, terkejutlah ia karena nama anaknya tercantum sebagai penerima bantuan yang seharusnya sudah menerima dana dalam beberapa kali periode pencairan. Namun, selama ini tidak ada satu rupiah pun bantuan yang pernah mengalir ke tangannya.
“Saya baru tahu anak saya dapat PIP setelah pegang KIP. Pas dicek, ternyata sudah beberapa kali masa pencairan bantuan dan nama anak saya tercantum, tapi tidak pernah dikasih uangnya sama sekali. Buku tabungannya juga baru saya terima hari senin kemarin,” tulisnya dengan nada kecam dalam cuitan yang kini viral.
Yang membuat para orang tua semakin geram adalah fakta bahwa buku tabungan BRI sebagai alat pencairan dana, baru diserahkan kepada mereka pada pekan ini. Artinya, selama ini orang tua sama sekali tidak memiliki akses ke rekening yang menampung bantuan negara tersebut, sehingga mereka tidak bisa memverifikasi apakah dana sudah turun atau belum.
Media Sinar Priangan Konfirmasi Langsung ke Orang Tua via WhatsApp
Dalam kesempatan ini, Media Sinar Priangan mencoba menghubungi salah satu orang tua yang merasa kecewa melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pemaparannya, sang orang tua menegaskan bahwa isi keluhannya sesuai persis dengan apa yang telah ia posting di media sosial.
Ia mengaku heran mengapa buku tabungan baru diberikan, tanpa memberikan penjelasan, Saya baru sadar ini sudah berlangsung lama. Saya tidak pernah menerima apa pun di setiap jadwal pencairan, dan banyak orang tua lain yang juga mengeluhkan hal ini,” Jelasnya
Bukan Hanya Satu Orang Tua, Medsos Dibanjiri Keluhan Serupa
Yang menarik, keluhan ini ternyata tidak hanya datang dari satu orang tua. Beberapa wali murid lainnya turut mengunggah pengalaman serupa di linimasa media sosial. Mereka saling bertukar cerita dan mendapati pola yang sama: buku tabungan tidak pernah diberikan di awal, setiap kali mendengar ada pencairan dana mereka tidak pernah menerima kabar, dan sosialisasi dari pihak sekolah nyaris tidak ada.
Gelombang kekecewaan ini pun semakin membesar dan menyita perhatian publik. Banyak warganet yang mendorong agar kasus ini diusut tuntas, karena pola kejanggalan yang terjadi di SDN 4 Talagasari dinilai bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan dugaan kuat adanya penahanan hak siswa yang berlangsung selama beberapa periode pencairan.
Kerugian dan Dampak bagi Pendidikan
Jika ditotal dari beberapa kali periode pencairan yang terlewat, dana PIP yang seharusnya menjadi penunjang kebutuhan belajar anak-anak ini mencapai jumlah yang sangat berarti. Bagi masyarakat menengah ke bawah, bantuan ini sangat krusial untuk membeli seragam, alat tulis, dan keperluan sekolah lainnya. Kini, para orang tua mempertanyakan ke mana saja aliran dana tersebut selama beberapa kali pencairan terakhir, dan mengapa buku tabungan baru muncul di akhir-akhir masa pendidikan anak mereka.
Desakan Investigasi dan Langkah Tegas
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan jajaran sekolah. Masyarakat mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana PIP di SDN 4 Talagasari. Orang tua siswa yang anaknya terdaftar sebagai penerima PIP diimbau untuk segera mengecek statusnya secara mandiri melalui laman resmi pip.kemendikdasmen.go.id dengan memasukkan NISN dan NIK.
Jika ditemukan kejanggalan serupa, masyarakat diminta tidak tinggal diam. Laporan dapat segera disampaikan ke Dinas Pendidikan, atau kanal pengaduan Kemendikdasmen untuk menelusuri jejak pencairan dana.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SDN 4 Talagasari dan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut belum memberikan tanggapan resmi. Publik kini menunggu langkah tegas agar kasus ini tidak terulang dan memastikan dana rakyat benar-benar sampai ke tangan para siswa yang berhak.
**Redd**




