SINARPRIANGAN News (18-9-2024)
Setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan 5.0 magnitudo pada pukul 09.41 WIB, Polres Garut beserta jajaran melaksanakan patroli mitigasi bencana di berbagai wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga dan menilai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa.
Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasi Humas Ipda Adi, S.H., menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban luka atau meninggal dunia. Ini menjadi berita baik di tengah situasi yang mengkhawatirkan. Meskipun demikian, laporan kerusakan bangunan mulai berdatangan, dengan rincian kerusakan sebagai berikut: di Kecamatan Pasirwangi terdapat 7 rumah yang mengalami kerusakan, sedangkan Kecamatan Tarogong Kaler dan Cibiuk masing-masing melaporkan kerusakan pada 1 rumah.
Dalam upaya mitigasi, anggota Polres Garut berkolaborasi dengan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur Forkopimcam dan pemerintah desa untuk melakukan patroli dan pendataan. Mereka mendatangi lokasi-lokasi yang terkena dampak gempa untuk mengecek kondisi bangunan dan kesehatan warga. Selain itu, mereka juga berupaya memberikan bantuan dan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Ipda Adi menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam situasi seperti ini. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Jika ada tambahan laporan mengenai kerusakan atau korban, kami akan segera menyampaikannya,” ujar Adi.
Polres Garut juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas yang berwenang. Mereka diimbau untuk tidak panik dan tetap menjaga keamanan serta keselamatan diri dan keluarga.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dan terlindungi setelah kejadian gempa. Komitmen Polres Garut untuk hadir dan melayani masyarakat dalam situasi darurat merupakan wujud nyata dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan publik.
Pewarta: Asan




