Pemkab Garut Berikan Bantuan Beras Pada Warga Tidak Mampu

Ekonomi316 Dilihat

GARUT, Sinarpriangan.com –  Bupati Garut, Rudy Gunawan, melakukan inspeksi mendalam terhadap harga beras di Pasar Mandalagiri, Garut Kota, Selasa (05/09/2023). Hasilnya, mengejutkan, harga beras mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp17.000 untuk beras premium dan Rp13.500 yang paling terjangkau.

Situasi ini akan sangat memberatkan masyarakat Garut karena potensi inflasi dan kesulitan membeli beras. Rudy Gunawan mengumumkan rencananya untuk mendistribusikan 100 ton beras secara gratis kepada keluarga yang terdampak kemarau panjang dengan bantuan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kecamatan di wilayah tersebut.

Beras yang akan didistribusikan nanti berasal dari cadangan beras Pemerintah Kabupaten Garut. Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga yang hari ini kesulitan membeli beras

Meski demikian, beras yang diberikan oleh Pemda Garut ini akan didistribusikan di 42 kecamatan, di mana setiap kecamatan akan mendapat kurang lebih 2,5 ton.

“Ini hanya ditujukan untuk emergency, bagi mereka saudara-saudara kita yang kesulitan untuk bisa mendapatkan beras, tidak boleh ada masyarakat Garut yang tidak makan,” tegas Rudy Gunawan.

Selain pembagian beras gratis, imbuh Rudy, pihaknya juga akan mengadakan operasi pasar yang mensubsidi harga beras. Sehingga beras yang biasanya dijual seharga Rp13.500 – Rp14.000 akan dijual hanya seharga Rp9.000 – Rp10.000 melalui operasi pasar.

“Misalnya sekarang ini ada beras harganya Rp13.500 (atau) Rp14.000, masyarakat nanti hanya beli untuk yang tidak mampu sekali lagi nih, untuk yang tidak mampu beli (harganya) hanya Rp9.0000, selisihnya Rp 4.000 akan dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Garut melalui BTT, karena BTT kita cukup untuk bisa mengatasi masalah ini termasuk masalah kekeringan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak umat muslim yang mampu untuk bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di kondisi seperti saat ini, dan ia mengajak semua pihak untuk bergotong-royong menyelesaikan masalah kenaikan harga beras ini.

“Karena fokus Pemda Garut sekarang itu adalah menyelesaikan masalah kekeringan, dan menstabilkan masalah harga supaya tidak inflasi. Kami berharap ayo kita gotong-royong menyelesaikan masalah kenaikan beras, sebelum nanti pemerintah pusat akan menggelontorkan 8.000 Ton melalui Bulog, 8.000 ton secara bertahap mulai akhir bulan September ini,” tambah Rudy.

Salath seorang oenjual beras di Pasar Mandalagiri, Nurzaman, menuturkan, kenaikan harga beras yang signifikan, dengan peningkatan hingga Rp2.000 per kilogram. Ia menerangkan beras yang ia jual berkisar di angka Rp13.500-Rp17.000 per kilogramnya. Nurzaman juga mengatakan bahwa pasokan beras ke tokonya ini kini sudah mulai berkurang, sehingga hal tersebut menjadi salah satu alasan tersendiri naiknya harga beras.

“Justru saya kemarin minta kiriman, biasanya kan 2 ton, tapi untuk sekarang engga bisa. Paling dikasih maksimal 1 ton, paling 5 kwuintal diminta lebih engga ada barang nya. Iya berkurang (stok),” tutur Nurzaman.

Sementara masyarakat mengeluhkan kenaikan harga beras, Nurzaman mengatakan bahwa harga beberapa sembako lainnya seperti telur dan minyak relatif stabil

“Ada (yang beli) cuman yang tadinya beli sekarung berkurang jadi 10 kilo, yang 5 kilo jadi 2 kilo gitu. Jadi berharap nunggu turun lagi harganya, tapi ga tau sampai kapan ini turun,” tandasnya.

baca juga: Paguyuban Wartawan Bayongbong Siapkan Program Podcast untuk Fasilitasi Pemerintah Desa