Ormas Gerakan reformis Islam ( GARIS ) Mengecam keras peredaran Ribawi dan rentenir di kabupaten Garut

Berita656 Dilihat

Garut, Sinarpriangan.com – Dari mulai sebelum terungkapnya dan menjadi bukti kekejaman para rentenir di kabupaten Garut ,Ormas Garis kabupaten Garut mengecam keras atas adanya kegiatan tsb,sampai adanya kejadian yang menjadi bukti kekejaman para rentenir yang terjadi baru” ini d kecamatan banyuresmi Garut sampai rumah korban d robohkan,,

Pada hari ini Kamis 22 September 2022 kami berkumpul di basecamp cikamiri sebagai sekretariat Ormas Garis untuk merumuskan audience ke DPRD dan kantor bupati Garut terkait kasus tersebut .

Menurut Ketua DPD Garis ,Iwa Kartiwa (Cenk Iwa) , DPRD kabupaten Garut sangat kurang empati menyikapi hal ini sehingga kegiatan kegiatan Ribawi yang mengakar d masyarakat desa kabupaten Garut lemah pengawasan serta seolah d abaikan ,,

Maka menyikapi hal ini kami (GARIS) akan terus Mendorong pemerintahan kabupaten Garut dan wakil masyarakat yang menduduki singgasana kekuasaan kebijakan kabupaten Garut yakni para anggota DPRD kabupaten Garut .


1. Menuntut DPRD untuk merumuskan perda dan satgas untuk para rentenir dan pelaku perbankan yang tak mengantongi ijin

2. Mendorong serta meminta kesigapan dinas perkoperasian daerah Garut untuk bisa memfasilitasi kebutuhan keuangan masyarakat

3.meminta DPMD mengontrol dan mengoftimalkan BUMDES sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa sehingga tdk hanya d bentuk saja .

4.meminta agar ada tindakan tegas dan sigap menyikapi laporan atau pengaduan masyarakat terkait pelaku rentenir yang bertebaran dari berbagai lembaga keuangan baik legal dan juga non legal

5.Meminta ketegasan MUI majelis ulama Indonesia kabupaten Garut ,agar menurunkan maklumat atau aturan sebagaimana ketentuan hukum agama yang seharusnya sudah d pahami (hukum riba)masyarakat, serta menindak nya dengan tegas,
keterangan Ketua DPD GARIS ,IWA KARTIWA (CENK IWA) kepada media ( Husni ) ***