Kelas Ibu Hamil di Desa Sukajaya Tingkatkan Kesadaran untuk Persalinan Aman

Berita, Kesehatan31 Dilihat

SINAR PRIANGAN NEWS

 

Garut, 27 Juli 2026 – Pemerintah Desa Sukajaya bersama tenaga kesehatan menggelar Kegiatan Kelas Ibu Hamil di Aula Desa Sukajaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Hj. Aida Triani, S.Kep., Ners., MM ini diikuti oleh 16 ibu hamil.

 

Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan hingga persalinan. Dalam pemaparannya, Hj. Aida menyampaikan bahwa setiap ibu hamil dianjurkan menjalani minimal enam kali pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) guna memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin sekaligus mendeteksi dini risiko atau komplikasi.

 

Para peserta juga mendapat edukasi tentang pemenuhan gizi seimbang, konsumsi makanan bergizi, pola hidup sehat, serta pengenalan tanda-tanda bahaya kehamilan agar segera mendapat penanganan medis.

 

Kepala Desa Sukajaya, Nyanyang Cahyadi, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Kelas Ibu Hamil merupakan program yang bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya calon ibu, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pemerintah Desa Sukajaya akan terus mendukung program kesehatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga melalui kegiatan ini para ibu hamil semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan dan melakukan persalinan di fasilitas kesehatan yang aman,” ujar Nyanyang.

 

Sementara itu, Hj. Aida Triani berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga mampu mengubah sikap dan perilaku ibu hamil agar lebih peduli terhadap kesehatannya.

 

“Kami berharap seluruh ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali sesuai anjuran, memenuhi kebutuhan gizi, serta memilih melahirkan di fasilitas kesehatan dengan tenaga medis kompeten. Dengan demikian, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan keselamatan ibu serta bayi lebih terjamin,” tutur Hj. Aida.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Garut.

 

Pewarta: Ujang Bahar