SINARPRIANGAN NEWS (20-9-2024)
Pada 19 September 2024, Polres Garut melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada korban bencana gempa yang melanda Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., secara langsung memimpin penyerahan bantuan ini, yang merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana alam.
Bencana gempa terjadi pada 18 September 2024, menyebabkan kerusakan yang signifikan, meskipun tidak ada korban jiwa. Namun, laporan menyebutkan bahwa lima orang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Sebanyak 1.238 rumah mengalami kerusakan dengan kategori beragam, mulai dari rusak ringan hingga berat. Selain itu, 21 masjid atau mushola dan 20 bangunan sekolah juga terdampak, menjadikan situasi semakin memprihatinkan bagi warga setempat.
Dalam sambutannya, Kapolres Fajar mengungkapkan pentingnya solidaritas dalam situasi darurat. “Kami sedikit berbagi kepada warga di Desa Baru Ranji dengan memberikan 30 dus sembako. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka yang tertimpa musibah,” ujarnya. Dia menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Warga yang menerima bantuan tampak sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak kepolisian. Mereka merasa terhibur dengan kehadiran Kapolres dan anggota, yang tidak hanya memberikan sembako, tetapi juga bantuan dalam bentuk tenaga dan air bersih. Ucapan terima kasih mengalir dari masyarakat, menunjukkan betapa berarti dukungan tersebut bagi mereka di saat-saat sulit.
Kapolres Fajar menambahkan, “Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan sedikit harapan dan meringankan beban warga yang tertimpa bencana.” Melalui inisiatif ini, Polres Garut menunjukkan komitmennya untuk selalu ada di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Kegiatan penyaluran bantuan ini bukan hanya sekadar kegiatan formal, tetapi juga menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersatu dan saling mendukung. Bencana alam memang tidak dapat diprediksi, tetapi dengan adanya kepedulian dan kerja sama antar masyarakat dan aparat, diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Dengan semangat gotong royong, diharapkan masyarakat Pasirwangi dapat segera pulih dari dampak bencana ini dan kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat.
Pewarta : Asan





