ITG Dan Bakesbangpol Garut Ajak Mahasiswa Terhadap Paham Radikal

Talkshow Kepemudaan

Berita, Politik1842 Dilihat

Garut,Sinarpriangan.com

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Bersatu Institut Teknologi Garut (ITG) sukses menggelar acara talkshow bertemakan “Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Kewaspadaan terhadap Paham Radikalisme dan Intoleransi”. Acara ini berlangsung di Aula Utama Al-Musaddadiyah, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (28/10/2023).

Talkshow ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Kepala Bakesbangpol Garut, Nurrodhin, Kepala Diskominfo Garut, Margiyanto, KBO Intelkam Polres Garut, Ipda Karsiman, Wakil Ketua I KNPI Garut, Irfan Apriansyah, Garis Mustaqim, dan Firman F.

Kepala Bakesbangpol Garut, Nurrodhin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Sumpah Pemuda BEM ITG. Sebelumnya, telah dilaksanakan lomba desain poster, lomba video cinematik, dan lomba puisi/orasi.

Acara ini bertujuan membangun semangat mahasiswa terkait dengan Peringatan Sumpah Pemuda Tahun 2023. Nurrodhin menekankan pentingnya memahami intoleransi dan radikalisme, serta bagaimana mencegahnya baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum, dengan harapan mereka memiliki daya tangkal yang tinggi.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa paham radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Garut cukup merebak, dan kita akan melakukan upaya-upaya bagaimana paham ini bisa kita tangani bersama-sama antara pemerintah dengan seluruh stakeholder,” ujar Nurrodhin

Wakil Rektor II bidang Keuangan, Administrasi Umum, Perencanaan, dan Sumber Daya Manusia ITG, Andri Ikhwana, menambahkan bahwa di lingkungan kampus ITG, langkah-langkah kewaspadaan terhadap radikalisme dan intoleransi telah diambil melalui beberapa mata kuliah, termasuk Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Selain itu, ITG juga mewajibkan mahasiswa baru untuk mengikuti program bela negara sebagai manifestasi dari komitmen anti-radikalisme dan intoleransi.

“Sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan diwajibkan untuk bela negara, jadi kita mewajibkan bela negara sebagai manifestasi untuk mewaspadai terhadap gerakan intoleransi dan radikalisme,” tuturnya.

Kepala Menteri Luar Negeri BEM Kabinet Bersatu ITG, Fahmi M Taufik, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap isu radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Garut. Kerjasama dengan Bakesbangpol Garut dalam menyelenggarakan talkshow ini bertujuan memberikan edukasi mengenai ketahanan bangsa, kebangsaan, dan ideologi Pancasila kepada masyarakat, terutama para pemuda di Kabupaten Garut.

Hasil dari kegiatan ini adalah deklarasi untuk memajukan Kabupaten Garut ke depan. Fahmi M Taufik berharap bahwa melalui persatuan pemuda, Kabupaten Garut dapat menjadi lebih harmonis dan maju.

“Deklarasi itu merupakan satu bentuk penyamaan persepsi dari hasil diskusi hari ini, dari hasil talkshow hari ini, yang mana dibungkus dalam satu bentuk narasi dan kita sepakati bersama sebagai bentuk langkah konkret pemuda Kabupaten Garut,” jelasnya.

Pihak penyelenggara mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan (OKP) dan ormas Islam, serta peserta dari BEM dan mahasiswa di Kabupaten Garut.

 

Pewarta:

Ade