Disbun Jabar Bersama Distan Garut Ajari Petani Garut Membuat Pupuk Organik

Berita258 Dilihat

GARUT – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut bekerja sama dengan Balai Perlindungan Perkebunan (Disbun), Provinsi Jawa Barat menggelar bimbingan teknis (bimtek) membuat pupuk organik di Kelompok Tani Mandalagiri, Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Rabu 24 April 2024.

Kepala Balai Perlindungan Perkebunan Provinsi Jawa Barat Dani Dayawiguna, S.P., M.P menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk mewujudkan Budidaya Tanaman Sehat yang menjadi salah satu faktor utama dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir. Haeruman menyebut bahwa bimtek ini sangat dibutuhkan untuk memunculkan kesadaran petani untuk secara aktif membuat pupuk organik secara mandiri.

Haeruman mengatakan, pupuk adalah kebutuhan utama bagi petani, namun selama ini petani masih terbatas dalam mendapatkan pupuk subsidi baik dari segi jumlah maupun jenisnya.

Terlebih lagi kata Haeruman, komoditas Tembakau tidak termasuk dalam komoditi yang mendapatkan kuota pupuk subsidi. Oleh Karena itu, dibutuhkan upaya memenuhi kebutuhan pupuk pada tanaman tembakau. Salah satunya adalah dengan pembuatan pupuk organik secara mandiri.

Dalam bimbingan pembutan pupuk ini, terlibat pula Choirul Mahdianto, S.P., M.Si selaku Petugas POPT Perkebunan, Gustian Aditia Wirawan, S.P selaku Petugas Teknis di Balai Perlindungan Perkebunan, Satpel Garut didampingi oleh Aden Kurniawan, SST., MP selaku Subkord Perlindungan Tanaman Bidang PPUP Distan Garut dan Ahmad Yosep Hendriatna, SP. selaku Kordinator Penyuluh BPP Kadungora. Mereka melaksanakan bimbingan teknis kepada petani dalam pembuatan pupuk bokashi menggunakan EM4 dan menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL).

Bimtek yang diberikan kepada petani tembakau ini, rencananya akan dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dan diharapkan pada pertemuan terakhir peserta bimtek dapat memahami dan mampu mempraktekkan pembuatan pupuk organik secara mandiri, baik menggunakan EM4 maupun MOL.

Udin Ketua Kelompok mengharapkan, dengan bimtek ini para petani mampu membuat pupuk organik bokashi sehingga bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia khususnya pupuk subsidi yang kuotanya terbatas. selain itu, penggunaan pupuk organik bokashi dapat meningkatkan kualitas hasil tembakau, memperbaiki kesuburan tanah serta mendukung pertanian ramah lingkungan.

baca juga:

Ikadam Garut Gelar Pemilihan Ketua yang Baru

 

Tiga Nama Peraih Suara Terbanyak, dalam Polling JIG untuk Balon Bupati Garut 2024