Penjaja sex komersil online yang menggunakan apk michat terbagi menjadi Dua, ada yang memakai manajemen ladiesbooking dan ada yang langsung persone to persone begitu pula dalam sistem pembayarannya ada yang by transfer ada yang cash in room.
Transaksi prostitusi online ini bukan hanya terjadi di kota kota saja tapi sudah sampai merambah ke Desa desa di Garut selatan, sungguh sangat memprihatinkan.
Menurut mereka kebanyakan pengguna jasa mereka adalah anak anak usia 15 -25 tahun yang paling banyak terutama anak anak SMA selebihnya adalah para hidung belang diatas umur tersebut.
Kemudian berdasarkan latar belakang daerah asal para pelaku ini berasal dari luar daerah Garut sebanyak 43,%dan sisanya adalah lokal Garut.
Selain dari soal kemudahan pengguna APK ini yang menjadikan mereka melakukan prostitusi online adalah terdesak persoalan ekonomi , broken home , ada juga yang dari awal menjalani profesi karena mudah dan uangnya besar dan tidak menggunakan tenaga dan pikiran yang berat . Bahkan ada motonya segala” Kerja enak uang banyak”. Kata Novi dan Amel
Transaksi prostitusi online dan bentuk penyimpangan ini begitu marak d pusat hiburan hingga ke pusat pusat kosan yang ada di kabupaten Garut bahkan sampai ke Desa desa dan terjadi transaksi tiap hari, Sungguh Ironis dan miris bagi Garut yang mengklaim sebagai Kota santri.




