Bazar Ramadan Petani Milenial Garut Tawarkan Solusi Kesejahteraan dan Penurunan Inflasi

Berita, Ekonomi742 Dilihat

Garut,Sinarpriangan News 

Pelaksanaan Bazar Ramadan Petani Milenial Garut mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana.

Bazar, yang berlangsung di Pelataran Parkir Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 4 hingga 6 April 2024, dengan menawarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan lokal. Mulai dari beras, bawang merah, cabai, kentang, hingga labu cina, semua dapat ditemukan di sini.

Nurdin Yana, dalam sesi wawancara, Kamis (4/4/2024), mengungkapkan harapannya bahwa bazar ini akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Harga-harga yang ditawarkan di bazar ini diharapkan lebih terjangkau daripada harga pasaran.

“Meskipun (perbedaannya) kecil, masyarakat kita sangat membutuhkan,” ujarnya, seraya menegaskan pentingnya kehadiran bazar ini dalam membantu masyarakat. Ia juga mendorong agar panitia memperluas segmentasi pembeli agar tidak hanya melibatkan pegawai negeri sipil (PNS), namun juga masyarakat umum, dengan menyediakan bantuan bagi mereka yang kurang mampu.

Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, Nurdin juga melihat bazar ini sebagai langkah dalam upaya menurunkan tingkat inflasi. Ia meminta agar dokumentasi kegiatan ini disimpan dengan baik untuk dilaporkan dalam aplikasi tertentu guna memperkuat upaya penanganan inflasi.

“Nilai manfaat tidak hanya dalam manfaat dalam bentuk penghargaan kalau ini yang terbaik insya Allah kita pun dapat reward 10 Miliar,” ucapnya.

Sekretaris Distan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, menyampaikan bahwa acara ini adalah hasil inisiatif dari petani milenial Garut, yang mendapat fasilitasi dari pihak penyuluh pertanian. Menurutnya, bazar ini tidak hanya menyediakan produk pertanian, tetapi juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan berbagai komoditas pangan menjelang Idul Fitri.

Dyah mengungkapkan jika tahun-tahun sebelumnya juga dilaksanakan kegiatan serupa, dengan nilai perputaran uang mencapai Rp35 juta rupiah per hari. Oleh karena itu, ia berharap Bazar Ramadan tahun ini juga mampu mencapai nilai nominal setinggi-tingginya.

“Seluruhnya ini berasal dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut, tapi sebagian sedang melaksanakan panen, sehingga baru akan datang dan _loading_ nanti siang, sore dan besok atau sampai hari Sabtu,” tuturnya.

Ketua Pelaksana Acara, Trisna Gunawan, menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan wujud konsistensi dan eksistensi petani milenial di Kabupaten Garut. Produk dari seluruh kecamatan di Kabupaten Garut hadir dalam bazar ini, menunjukkan kerja keras dan kolaborasi antar-generasi petani.

“Sebagai contoh ada gula di Cihurip itu produknya petani milenial, ada dari Singajaya, ada yang dari petani madunya, ada pangan, ada dari horti, dan berkolaborasi dengan senior-senior mereka yang petani konvensional,” tandasnya.

Pewarta:

Dede Mulyana