Aliansi Masyarakat Bersatu ” ALMATU ” Kecewa Audenya di DPRD Garut dari 131 Hanya 3 Desa yang Hadir

Ekonomi273 Dilihat

Garut Sinarpriangan newscom.

Aliansi masyarakat bersatu, jumat 05/08/22 bertempat di Ruangan komisi 3 DPRD garut laksanakan agendanya sesuai jadwal penerimaan audensinya dari pihak DPRD garut.

Dalam Audensinya di DPRD, Almatu melalui kordinatornya Indra Andrianto atau yang lebih dikenal dengan sapaan ( Acoy ), menyampaikan permasalahan beberapa ratusan desa di kabupaten garut di duga menerima dana hibah dengan anggaran yang cukup besar sebesar 200 jt, tapi realisasi pelaksanaannya bisa dibilang fiktip bahkan ada juga yang melaksanakan tapi terkesan dugaan ditumpang tindihkan dengan anggaran dana desa (ADD).

Acoy menerangkan juga bahwa sangat jelas Anggaran tersebut telah dikeluarkan september 2021, sesuai SK BUPATI garut yang bernomor: 536/Kep.963.DPMD./2021. Tentang Rintisan desa terpilih untuk pengembangan desa wisata yang ada di kabupaten garut.

Dalam hal ini juga (Acoy) menerangkan bahwa ada 131 desa se kabupaten garut yang ditetapkan sebagai penerima anggaran hibah dimaksud, ini jelas kalaulah anggaran tersebut tidak di realisasikan sangat mencederai uang negara demi kesejahteraan warga desanya melalui pengembangan obyek desa wisata yang tentu bisa meningkatkan ekonomi warga desanya, dan payung hukumnya juga sangat jelas perpres no.64 tahun 2014 tentang kordinasi strategis lintas sektoral juga permen kebudayaan dan pariwisata no.PM.26/UM.001/MKP/2010. Tentang pedoman umum prgram nasional pemberdayaan masyarakat PNPM mandiri pariwisata melalui desa wisata.

Selanjutnya wujud kekecewaan puluhan Anggota Almatu sangat kecewa, karena hanya ada 3 desa yang hadir dalam audentnya kan seharusnya 131 desa sebagai penerima dana hibah tersebut hadir, padahal undangan dari setwan DPRD sudah di sebar dan tidak ada yang mendadak dalam agenda permohonan Audensi ini, yang jelas setingkat DPRD saja surat undanganya tidak digubris dan dihiroukan begitu saja, tapi ketika berbicara masalah pencairan uang mata dan telinganya sangat rancung, ujar jajang salah satu anggota peserta audent dari Almatu.

Ketika diwawancara awak media usai melaksanakan Audent, kang Acoy menerangkan bahwa terkait masalah ini, kalau kecewa ya jelas sangat kecewa, dalam permasahan kasus ini akan kami konsultasikan dulu srlanjutnya kemungkinan akan kami laporkan ke Dirkrimsus/tipikor POLDA JABAR pungkasnya .

Liputan :
(Endang.supardin)