24 Peserta Ikuti Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Garut

"Dari 24 orang tersebut, sesuai dengan ketentuan hasil konsultasi dengan Kemenag Pusat

Berita22 Dilihat

 

SINAR PRIANGAN NEWS

Sebanyak 24 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut periode 2026–2031 di MAN 1 Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Kamis (20/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi para peserta yang bersedia mendedikasikan diri untuk melayani masyarakat melalui lembaga pengelola zakat.

 

Menurutnya, menjadi pimpinan BAZNAS merupakan amanah sekaligus tantangan karena tingginya ekspektasi masyarakat terhadap tata kelola lembaga tersebut.

 

“BAZNAZ itu lembaga-lembaga yang harus dilaksanakan profesional, transparan, akuntable dan responsible. Maka kita memerlukan orang-orang yang mengerti kemampuan itu untuk melaksanakan tata kelola BAZNAZ yang baik ke depan. Karena ini adalah implementasi bagaimana negara menghadirkan lembaga keagamaan dalam aktivitas kemasyarakatan,” ujar Bupati Garut, Absusy Syakur Amin.

 

Bupati juga menekankan pentingnya pelaksanaan seluruh tahapan seleksi secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

“Jadi kami akan semaksimal mungkin melakukan pelaksanaan seleksi ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati sembari memotivasi peserta untuk meniatkan diri secara tulus menjadi pelayan bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, menyampaikan bahwa seleksi berpedoman pada Peraturan Menteri Agama (Permenag) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Seleksi Calon Anggota BAZNAS, Pimpinan BAZNAS Provinsi, dan Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota.

 

Seleksi berbasis komputer (CAT) dilakukan secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Zakat (Simzak) Kementerian Agama RI.

 

“Jadi perlu kami laporkan juga, sampai detik inipun kami dari tim panitia tidak mengetahui, mengakses dan membuka bank data soal. Hanya yang bisa membuka hanyalah para peserta pada waktu pelaksanaan. Jadi bahwa indikasi kebocoran insyaallah 100% tidak ada,” jelas Bambang Hafidz.

 

Sebanyak 24 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi mengikuti seleksi kompetensi yang meliputi ujian CAT dan penulisan makalah selama satu hari.

 

“Dari 24 orang tersebut, sesuai dengan ketentuan hasil konsultasi dengan Kemenag Pusat, nantinya akan diambil 20 orang dengan nilai tertinggi,” pungkas Bambang.