Klarifikasi Revitalisasi SDN 1 Cipangramatan: Usman Tegaskan Bukan Supplier, Material Bata Sesuai Standar

Usman berharap klarifikasi ini dapat menjadi bahan penyeimbang dalam pemberitaan

 

SINAR PRIANGAN NEWS

 

Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan penggunaan material tidak sesuai standar atau spesifikasi pada proyek revitalisasi SDN 1 Cipangramatan, pihak terkait memberikan klarifikasi pada Jumat 2 Oktober 2026

 

Revitalisasi sekolah merupakan program dari pemerintah pusat yang digelontorkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, termasuk memadainya sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.

 

SDN 1 Cipangramatan yang beralamat di Desa Cipangramatan Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, menjadi salah satu sekolah yang menerima bantuan revitalisasi tersebut. Sebagai sekolah dasar negeri yang berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan, transparansi, dan akuntabilitas, SDN 1 Cipangramatan terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

 

Dalam klarifikasinya kepada awak media, Usman, salah satu guru di SDN 1 Cipangramatan, menegaskan bahwa dirinya bukan supplier dalam proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa posisinya hanya sebagai pelaksana di lapangan, sehingga tidak memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan pengadaan maupun spesifikasi material.

 

“Yang pertama, saya bukan supplier. Saya hanya bagian pelaksana di lapangan. Menurut saya, hal itu tidak melanggar,” ujar Usman saat diwawancarai awak media.

 

Terkait dugaan material yang tidak sesuai spesifikasi, khususnya bata, Usman membantah anggapan tersebut. Menurutnya, material bata yang digunakan tergolong bata press, bukan bata manual. Ia menambahkan, sebagian bata memang terlihat agak kehitaman, namun hal itu merupakan bekas proses pembakaran dalam pembuatan bata, bukan indikasi bahwa kualitasnya buruk.

 

“Itu bata bagus, bata press, bukan manual. Memang ada sebagian yang terlihat agak hitam, tetapi itu bekas pembakaran saat pembuatan bata,” jelasnya.

 

Usman berharap klarifikasi ini dapat menjadi bahan penyeimbang atas pemberitaan yang sebelumnya muncul, sehingga publik memperoleh informasi secara utuh, proporsional, dan berimbang. Ia juga menekankan bahwa proses pembangunan tetap mengedepankan kepentingan pendidikan, terutama kenyamanan dan keamanan siswa dalam belajar.

 

Sementara itu, SDN 1 Cipangramatan terus memperkuat citra sebagai sekolah dasar negeri yang berorientasi pada mutu, transparansi, dan akuntabilitas. Revitalisasi diharapkan tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter peserta didik, serta terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif dan membanggakan.

 

 

 

 

 

 

Pewarta:

 

Ujang Bahar