Skandal Video Politik: Kepala Satpol PP Garut Memberikan Klarifikasi

Kepala Satpol PP Garut, Usep Basuki Eko, memberikan klarifikasi dan permohonan maaf

 

Garut,Sinarpriangan News 

02 Januari 2024 – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan beberapa pegawai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut yang terlibat dalam ajakan untuk memilih salah satu calon presiden (capres). Video tersebut telah viral di berbagai platform, menimbulkan kontroversi dan perhatian masyarakat.

Dalam konferensi pers pada Selasa (02/01/2024), Kepala Satpol PP Garut, Usep Basuki Eko, memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengungkapkan kekecewaannya melihat video tersebut, terutama karena aksi yang terjadi saat tim Satpol PP sedang melakukan penertiban alat peraga kampanye.

“Pertama-tama saya sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Terus terang saya pun turut prihatin begitu melihat video tersebut. Terus terang saya bercampur emosi, marah, cemas segala macam. Tadi saya kebetulan sedang melakukan penertiban alat peraga kampanye,” ujar Usep Basuki Eko.

Kepala Satpol PP Garut menjelaskan bahwa pelaku dalam video tersebut bukanlah pegawai negeri atau ASN (Aparatur Sipil Negara). Mereka adalah tenaga kontrak yang menjadi bagian dari salah satu regu pleton yang bertugas. Usep menegaskan bahwa kejadian ini tidak mencerminkan sikap seluruh Satpol PP Garut, melainkan hanya oknum dari satu regu yang bersangkutan.

“Pelaku yang ada dalam video tersebut bukan pegawai negeri atau bukan ASN. Mereka adalah tenaga kontrak semuanya. Ini adalah salah satu anggota dari satu regu dari pleton yang bertugas. Jadi ini murni bukan menggambarkan seluruh Pol-PP di Garut. Tapi ini adalah salah satu oknum dari salah satu regu yang bertugas,” tegas Usep Basuki Eko.

Dalam upaya memberikan sanksi terhadap pelaku, Satpol PP Garut telah melakukan sidang kode etik. Meskipun tidak ada proses sidang di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) karena pelaku adalah tenaga kontrak, mereka dikenakan sanksi skorsing.

“Tadi sudah kami sidangkan, tentu saja kita sudah memutuskan. Sesuai dengan ketentuan di sini, yang bersangkutan terkena skorsing, jadi yang pelaku utamanya itu saudara inisial C.I. Kita skorsing selama 3 bulan tanpa ada tunjangan. Terus yang lainnya diskorsing satu bulan, itupun tanpa tunjangan,” jelas Kepala Satpol PP Garut.

Lebih lanjut, Usep Basuki Eko menyampaikan bahwa Satpol PP Garut tengah mendalami informasi terkait video tersebut. Pelaku mengakui bahwa video tersebut sudah lama dibuat, bahkan sebelum ada penetapan cawapres. Namun, pihak berwenang masih berupaya untuk mendapatkan versi asli dari video tersebut, yang diyakini telah dihapus oleh pelaku.

“Tadi sedang kami dalami juga karena memang saya pun belum mendapatkan video yang aslinya. Menurut pengakuan setelah dibuat, itu dihapus. Menurut pengakuannya, saya tanyakan tadi, apakah ini ada perintah dari organisasi? Karena dia anggota dari forum komunikasi bantuan Pol PP, bukan pengurus. Tapi pengurusnya kan pak Andri di sini. Pak Andri sendiri tidak tahu hal ini. Jadi ini adalah inisiatif sendiri, dalam rangka eksistensi dirinya sendiri,” ungkap Usep Basuki Eko.

Terakhir, Kepala Satpol PP Garut menegaskan bahwa tidak ada perintah dari pihak struktural maupun forum komunikasi terkait video tersebut. Proses hukum yang sesuai dengan aturan, seperti yang diancamkan oleh Bawaslu, akan tetap dijalankan. Pihak Satpol PP Garut berkomitmen untuk taat hukum dan menjalankan proses yang adil sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Pewarta:

Alfatih