PRIMKOPASINDO Lapas Garut Salurkan Sembako Tiap Bulan, Hasil Usaha Koperasi Kembali ke Anggota

Artikel31 Dilihat

GARUT – Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (PRIMKOPASINDO) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus berupaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui program pembagian paket sembako secara rutin setiap bulan kepada seluruh pegawai yang tergabung dalam koperasi.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil usaha koperasi yang dikembalikan kepada anggota. Sebagian pendapatan dari berbagai unit usaha disisihkan untuk memenuhi kebutuhan program, sehingga manfaat ekonomi koperasi dapat dirasakan secara langsung oleh para anggotanya.

PRIMKOPASINDO Lapas Garut merupakan koperasi primer yang bernaung di bawah Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (INKOPASINDO), di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Koperasi ini berperan sebagai wadah pengembangan usaha produktif sekaligus penguatan ekonomi anggota berdasarkan prinsip kekeluargaan dan kebersamaan.

Paket sembako yang dibagikan setiap bulan terdiri atas beras, telur ayam, minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah pemanfaatan telur ayam hasil produksi peternakan ayam petelur yang dikembangkan melalui kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Garut.

Pemanfaatan produk tersebut memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan pembinaan warga binaan dan pengembangan ekonomi koperasi. Selain memberikan manfaat bagi pegawai, program ini juga membuka ruang pemanfaatan hasil kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, selaku pembina atau penasihat koperasi, mengapresiasi konsistensi pengurus PRIMKOPASINDO dalam menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi anggota.

“Koperasi harus mampu menjadi kekuatan ekonomi bersama yang tumbuh secara sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Program pembagian sembako setiap bulan ini merupakan bukti bahwa pengelolaan usaha koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Terlebih, keterlibatan produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan menjadi nilai tambah yang menunjukkan adanya sinergi positif antara kegiatan ekonomi koperasi dan program pembinaan di Lapas Garut,” ujar Rusdedy.

Ia berharap, PRIMKOPASINDO Lapas Garut dapat terus memperkuat perannya dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan usaha yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kami berharap PRIMKOPASINDO Lapas Garut terus berkembang menjadi koperasi yang produktif dan mampu menghadirkan berbagai terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Keberhasilan koperasi bukan semata-mata diukur dari besarnya keuntungan usaha, melainkan juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan merata oleh seluruh anggota,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PRIMKOPASINDO Lapas Garut, Iyes Burhanudin Aripin, menjelaskan bahwa pembagian sembako bulanan merupakan bagian dari komitmen pengurus untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi dari unit-unit usaha yang dikelola koperasi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap usaha yang dijalankan PRIMKOPASINDO memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan anggota. Oleh karena itu, sebagian pendapatan dari berbagai unit usaha kami sisihkan dan dialokasikan kembali dalam bentuk paket sembako yang dibagikan secara rutin setiap bulan. Program ini menjadi salah satu implementasi prinsip koperasi, yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” jelas Iyes.

Menurut Iyes, keberlanjutan program tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan para anggota dalam mendorong produktivitas serta daya saing koperasi.

“Bagi kami, koperasi bukan hanya tempat menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga rumah bersama untuk membangun solidaritas dan kesejahteraan. Kami berharap, seiring dengan berkembangnya berbagai unit usaha, manfaat yang diterima anggota juga semakin meningkat, baik melalui program sembako maupun bentuk pelayanan kesejahteraan lainnya,” tambahnya.

Program tersebut juga mendapat respons positif dari para pegawai yang menjadi anggota koperasi. Salah seorang anggota PRIMKOPASINDO Lapas Garut berinisial CS mengaku terbantu dengan pembagian kebutuhan pokok yang dilaksanakan secara rutin.

“Alhamdulillah, program sembako bulanan ini sangat membantu kami dalam memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga. Kami merasa senang karena hasil usaha koperasi benar-benar kembali kepada anggota. Apalagi salah satu isi paketnya merupakan telur hasil peternakan yang dikembangkan melalui pembinaan warga binaan. Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai bagian dari keluarga besar Lapas Garut,” ungkap CS.

Program pembagian sembako tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap kebutuhan rumah tangga pegawai, tetapi juga mencerminkan penerapan prinsip kebersamaan dalam pengelolaan koperasi. Hasil usaha dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada anggota.

Di sisi lain, pemanfaatan telur dari peternakan ayam petelur hasil kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan menjadi salah satu bentuk keterhubungan antara program pembinaan dan kegiatan ekonomi di lingkungan Lapas Garut.

Melalui pembagian sembako secara rutin setiap bulan, PRIMKOPASINDO Lapas Garut berupaya memperkuat perannya sebagai wadah ekonomi bersama yang berorientasi pada kesejahteraan anggota. Ke depan, pengembangan unit usaha diharapkan dapat memperluas manfaat koperasi sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.(Ima)