Pesan Menohok Eksponen 98, Para Aktivis Sebaiknya Jangan Khianati Nurani Perjuangan politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut,

Artikel, Berita, Politik733 Dilihat

 

SINARPRIANGAN NEWS (11-10-2024)

suara kritis dari Wa Ateng, seorang aktivis yang dikenal sebagai bagian dari Eksponen 98, semakin mengemuka. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa para aktivis harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip perjuangan yang telah lama mereka suarakan. Menurut Wa Ateng, integritas dalam perjuangan adalah hal yang tak bisa ditawar, terutama di tengah godaan kepentingan politik yang seringkali bersifat sementara.

Wa Ateng mengingatkan bahwa banyak dari mereka yang dahulu lantang berbicara tentang keadilan dan perubahan kini tampak melupakan nilai-nilai tersebut demi keuntungan sesaat. Ia mengajak para aktivis untuk merenungkan kembali tujuan awal mereka dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Dalam konteks ini, Wa Ateng juga mengkritik Dr. Helmi Budiman, salah satu calon dalam Pilkada. Ia menyindir bahwa prestasi yang paling mencolok dari Budiman selama ini adalah pembangunan klinik pribadi di beberapa kecamatan. Menurutnya, ini mencerminkan fokus yang keliru, di mana perhatian seharusnya lebih diarahkan kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, bukan pada kepentingan pribadi.

Wa Ateng menegaskan, untuk menghasilkan perubahan yang nyata, diperlukan pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga berani mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan rakyat. Ia berharap, para aktivis dan calon pemimpin yang terlibat dalam Pilkada kali ini dapat menunjukkan komitmen yang tulus terhadap prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan. Hanya dengan cara itu, harapan masyarakat untuk perbaikan dan keadilan sosial dapat terwujud.

Dalam penutupnya, Wa Ateng menyerukan kepada semua pihak untuk tidak khianat pada nurani perjuangan yang selama ini telah menjadi dasar gerakan mereka. Dengan semangat tersebut, diharapkan akan muncul pemimpin yang tidak hanya populis, tetapi juga berintegritas dan siap memperjuangkan hak-hak rakyat secara konsisten.

Pewarta

AS