Pendidikan Indonesia di Persimpangan Zaman: Menentukan Nasib Indonesia Emas 2045

Berita, Pendidikan54 Dilihat

 

 

Jakarta, Sinar Priangan News

Indonesia tengah menghadapi momentum penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Berbagai program pembangunan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui sektor pendidikan yang menjadi fondasi utama kemajuan bangsa. Namun di tengah berbagai upaya tersebut, dunia pendidikan nasional masih dihadapkan pada tantangan integritas, pemerataan kualitas pendidikan, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.(03/06/2026)

 

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PB SEPMI), *Reza Firdaus*, menilai bahwa pendidikan Indonesia saat ini sedang berada pada sebuah persimpangan zaman yang akan menentukan arah masa depan bangsa.

 

“Pendidikan hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang akses sekolah atau angka partisipasi pendidikan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana memastikan setiap pelajar Indonesia memperoleh pendidikan yang berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, dan mampu membentuk karakter serta daya saing generasi muda,” ujar Reza Firdaus.

 

Menurutnya, langkah pemerintah yang menargetkan renovasi puluhan ribu sekolah dan pengembangan program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan yang patut diapresiasi. Namun pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan tata kelola yang bersih dan transparan.

 

“Setiap rupiah anggaran pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Karena itu, integritas dalam pengelolaan pendidikan bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk memastikan hak-hak pelajar terpenuhi secara optimal,” kata Reza.

 

Selain persoalan tata kelola, ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah juga masih menjadi perhatian. Di berbagai daerah masih terdapat pelajar yang menghadapi keterbatasan fasilitas belajar, akses internet, dan sarana pendidikan yang memadai.

 

“Kualitas pendidikan seorang anak tidak boleh ditentukan oleh tempat ia dilahirkan. Negara harus memastikan bahwa seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas,” tegas Reza Firdaus.

 

Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Menurut Reza, pendidikan Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa kehilangan orientasi dalam membangun karakter peserta didik.

 

“Kita tidak bisa menghentikan perkembangan teknologi. Yang harus dilakukan adalah menyiapkan pelajar Indonesia agar mampu menjadi pelaku dan pencipta inovasi, bukan sekadar pengguna teknologi. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, dan etika harus menjadi keunggulan generasi muda Indonesia di era AI,” ujar Reza.

 

PB SEPMI memandang bahwa terdapat tiga agenda utama yang harus menjadi perhatian bersama dalam pembangunan pendidikan nasional, yakni memperkuat integritas pendidikan, mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, dan meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi transformasi digital.

 

“Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari bonus demografi semata. Indonesia Emas akan lahir dari pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing global. Karena itu, membenahi pendidikan hari ini sama artinya dengan mempersiapkan masa depan bangsa,” tutup Reza Firdaus.

 

 

**Redd**