SINAR PRIANGAN – Persigar Garut kembali menunjukkan performa kompetitif dan ketangguhan mental saat berhasil menahan imbang Wamena United FC dengan skor 1-1 pada babak 16 besar Liga 4 Piala Presiden. Pertandingan berlangsung di Stadion Ketonggo, Ngawi, Selasa (23/6/2026), dalam laga yang berlangsung intens dan sarat tekanan sejak menit awal.
Persigar menghadapi tantangan berat sejak awal pertandingan. Absennya empat pemain inti akibat akumulasi kartu kuning dan cedera membuat komposisi tim harus mengalami penyesuaian signifikan. Situasi tersebut dimanfaatkan lawan untuk menekan lebih dulu dan berhasil mencetak gol pembuka.
Meski demikian, Persigar tidak kehilangan organisasi permainan. Tim asal Kabupaten Garut itu mampu merespons dengan disiplin dan determinasi tinggi hingga akhirnya mendapatkan peluang emas melalui titik putih. Eksekusi penalti tersebut berhasil dikonversi menjadi gol penyama kedudukan, mengubah skor menjadi 1-1.
Hingga pertandingan berakhir, kedua tim tidak mampu menambah gol, sehingga hasil imbang menjadi penutup laga yang ketat tersebut. Satu poin ini menjadi modal penting bagi Persigar untuk menjaga peluang melangkah ke babak delapan besar.
Ketua Umum Persigar, Rudy Gunawan, memberikan apresiasi atas perjuangan tim yang tetap mampu tampil kompetitif meski dalam kondisi tidak ideal.
” Alhamdulillah Persigar dengan tanpa 4 pemain inti akibat akumulasi kartu kuning dan cedera bisa bermain imbang satu-satu dengan juara Papua yaitu Wamena FC,” ujarnya.
Rudy menilai hasil ini menjadi pijakan penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya yang akan menentukan langkah tim ke fase selanjutnya.
” Kita berharap ini adalah langkah yang lebih pasti menuju 8 besar kita akan bermain dengan tuan rumah yang akan dilaksanakan pada hari Jumat besok,” sambung Rudy Gunawan.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan publik Garut sebagai motivasi tambahan bagi tim yang sedang berjuang di level nasional.
” Tentu selaku ketua umum Persigar saya mohon dukungan dan doanya dari seluruh masyarakat Garut karena ini adalah kehormatan bagi suatu daerah, karena ini adalah semacam tim yang mewakili kabupaten kota seluruh Indonesia dan ini adalah piala presiden. Kita berharap bahwa kabupaten Garut masuk menjadi liga 3 dan berada di dalam tim nasional,” ujar Rudy Gunawan.
Sebagai bentuk apresiasi, Rudy turut menyiapkan jamuan khusus bagi para pemain usai pertandingan.
“Saya berharap kita memberikan apresiasi kepada para pemain dan hari ini pun katanya anak-anak mau babakaran. Artinya bahwa saya akan mengajak makan malam di satu restoran yang you can eat all, you can eat, apapun bisa dimakan, babakaran di daerah Solo ini,” ujar Rudy sambil tersenyum.
Selain itu, ia menyoroti kekompakan tim yang tetap terjaga meskipun menghadapi keterbatasan skuad.
“Dan tentu kita pun apresiasi kepada seluruhnya yaitu pelatih, tim official dan suruh pemain kompak dan kita lihat di TV tadi ya di YouTube bahwa meskipun kita tanpa empat pemain inti ya Kita juga bisa mengimbangi dan Alhamdulillah kita bisa mendapatkan satu poin,” katanya.
Hasil ini menjaga asa Persigar Garut untuk melanjutkan langkah di kompetisi, sekaligus menjadi bukti bahwa kedalaman skuad dan mental bertanding mereka mampu bersaing di level nasional meski dalam kondisi pincang.(feri)




