Sinar Priangan News – Garut, Anggota MPR RI Fraksi Golkar, Ferdiansyah, SE.,MM, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika), di Ballroom Fave hotel Rabu Pagi 14/08/24.
“Hari ini banyak masukan yang disampaikam teman-teman Karang Taruna dan Para pemuda Kabupaten Garut diantara dari berbagai kecamatan seperti Kec. yang menjadi masukan bagi saya saat rapat kerja di DPR/MPR RI nanti,” terangnya.
Selain itu, menurut Ferdiansyah, 4 Pilar Kebangsaan penting dipahami dan ditanamkan pada seluruh generasi bangsa Indonesia, menurut ia, agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kokoh, serta masyarakat bisa memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi penting karena ada tanggungjawab kita bersama untuk membentengi para remaja kita dengan nilai-nilai Pancasila yang diwariskan oleh para pendiri bangsa,” tutur Ferdiansyah yang merupakan Dapil XI Jawa Barat (Kab. & Kota Tasikmalaya, Kab. Garut)
Untuk itulah, Ferdiansyah merasa perlu mengajak masyarakat untuk membentengi para remaja dengan menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dalam bentuk sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang mencakup: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.
Lebih lanjut menurut Ferdiansyah, MPR sebagai lembaga tertinggi negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945.
“Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, yang meliputi Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai harga mati persatuan pembangunan,”unkap Ferdiansyah.
“Kebebasan berpendapat memang menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial,” Tandasnya.
Pewarta
Ela Nurlela




