Demi Buru Pelaku Penganiayaan Biadab, Gubernur Jabar Siapkan Hadiah Rp 250 Juta

Berita, Hukum84 Dilihat

 

SINAR PARIANGAN NEWS

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan sayembara berhadiah uang tunai sebesar Rp 250 juta bagi masyarakat yang berhasil membantu aparat menangkap buronan kasus kekerasan berat. Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan dan kemarahan atas tindakan keji yang menimpa seorang perempuan di wilayah Kabupaten Bandung.

Dalam unggahan video di akun media sosial ( dedemulyadi71) pada Selasa (23/6/2026), pria yang akrab disapa KDM itu mengungkapkan rasa geramnya terhadap pelaku berinisial TH. Ia menyebut perbuatan pelaku yang diduga menyekap dan menganiaya pacarnya sendiri selama tiga tahun sebagai peristiwa yang sangat biadab.

Diduga photo pelakuAda di dalam video. Dari medsos (dedimulyadi71)
Diduga photo pelaku
Ada di dalam video. Dari medsos (dedimulyadi71)

“Seorang perempuan dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat, dan bibirnya digunting. Saya tidak tega melihatnya, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak,” ujar Dedi dengan nada kesal.

Atas dasar itu, Dedi secara terbuka menunjuk nama Taufik Hidayat sebagai target buronan yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jawa Barat. Ia optimistis jajaran kepolisian akan mampu bergerak cepat, namun ia juga ingin melibatkan peran aktif masyarakat.

“Siapa yang bisa menemukan dan menyerahkan Taufik Hidayat kepada aparat, atau memberikan informasi akurat mengenai keberadaannya, saya berikan hadiah Rp 250 juta. Ini bentuk partisipasi saya agar segera ditangkap,” tegasnya.

KDM juga menyampaikan apresiasi kepada tim Polda Jabar yang saat ini tengah memburu pelaku. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu mengawasi lingkungan sekitar demi mempercepat proses penangkapan.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah korban berinisial YTR ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Polisi memastikan bahwa pelaku masih dalam pengejaran dan diharapkan segera dapat diamankan berkat bantuan informasi dari warga.

 

 

 

 

**Redd**